Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pelepah Sawit dan Styrofoam Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Kapal

24 Juni 2026
in Headline, Inovasi
Pelepah Sawit dan Styrofoam Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Kapal

Bahan bakar kapal dari pelepah kelapa sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Tangerang-Riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa pelepah kelapa sawit dan limbah polistirena (styrofoam) dapat diolah menjadi minyak pirolisis (pyrolysis oil) yang berpotensi digunakan sebagai campuran bahan bakar kapal.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, mengatakan kapal-kapal pengangkut barang antarnegara masih banyak menggunakan bahan bakar minyak berat atau high sulfur fuel oil (HSFO), yang dikenal berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan karena menghasilkan emisi sulfur tinggi.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi persoalan limbah biomassa yang melimpah dari perkebunan sawit, ditambah peningkatan jumlah sampah plastik yang sulit terurai.

Karena itu, riset yang dilakukan Dieni dan tim yaitu limbah pelepah kelapa sawit dan styrofoam tersebut dipanaskan tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak cair yang kemudian dicampurkan dengan bahan bakar kapal konvensional.

Minyak pirolisis berhasil didapatkan dengan rendemen mencapai lebih dari 56 persen, menunjukkan bahwa limbah yang selama ini kurang dilirik dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi.

“Yang membuat penelitian ini penting bukan hanya karena menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi karena campuran bahan bakar tersebut mampu memperbaiki kualitas bahan bakar kapal yang sudah beredar saat ini,” ujar Dieni.

Salah satu temuan paling signifikan dari riset ini menurut Dieni adalah penurunan viskositas atau kekentalan bahan bakar. Dalam operasional kapal, bahan bakar yang terlalu kental harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan di mesin. Proses pemanasan ini memerlukan energi tambahan yang akhirnya menambah beban biaya operasional.

Dengan mencampur minyak pirolisis yang sudah diformulasi, bahan bakar menjadi lebih mudah mengalir dan energi yang diperlukan untuk pemanasan menjadi rendah.

“Formula ini mampu mempertahankan kualitas bahan bakar sesuai standar bahan bakar kapal sekaligus memberikan manfaat lingkungan yang signifikan,” ujarnya.

Dieni menyebut penelitian ini secara nyata menunjukkan penekanan kandungan sulfur dalam bahan bakar. Hal ini penting karena sulfur merupakan sumber utama emisi sulfur oksida yang selama ini menjadi perhatian organisasi pelayaran internasional. Semakin rendah kandungan sulfur, semakin kecil pula dampak pencemaran udara yang dihasilkan kapal.

Temuan riset tersebut menawarkan solusi yang relatif mudah diterapkan. Berbeda dengan teknologi kapal berbahan bakar hidrogen atau amonia yang masih memerlukan investasi infrastruktur besar, bahan bakar campuran hasil penelitian ini berpotensi digunakan pada sistem yang sudah ada dengan penyesuaian yang minimal.

Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan dengan pendekatan teknologi yang tepat, limbah pertanian dan plastik dapat diubah menjadi sumber energi yang membantu mengurangi emisi sektor pelayaran sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Solusi energi masa depan tidak selalu harus berasal dari sumber baru, tetapi bisa juga berasal dari limbah yang selama ini kita abaikan,” kata dia.

Tags: #Badan Riset dan Inovasi Nasional#bahan bakar kapal#kelapa sawit#limbah#pelepah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

BPDP Tampilkan Inovasi UMKM Turunan Sawit di Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2026

BPDP Tampilkan Inovasi UMKM Turunan Sawit di Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2026

15 Juni 2026
Tekan Emisi arbon, Astra Agro Gunakan Digitalisasi dan Tentara Serangga Pengendali Hama

Januari–Februari 2026, Ekspor CPO Tembus USD4,69 Miliar

2 April 2026
Tekan Angka Karhutla, Menhut Perkuat Tata Kelola dan Pencegahan

Tekan Angka Karhutla, Menhut Perkuat Tata Kelola dan Pencegahan

16 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?