Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Perkuat Ekonomi Sirkular, Kemenperin Kembangkan Industri Kerajinan Berbasis Sawit

28 Juni 2026
in Headline, Inovasi
Perkuat Ekonomi Sirkular, Kemenperin Kembangkan Industri Kerajinan Berbasis Sawit

Pameran UMKM Berbahan Sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Industri kerajinan menjadi salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan ekspor manufaktur Indonesia. Berbekal kekayaan budaya, kreativitas, dan keterampilan para perajin, produk kriya Indonesia terus menunjukkan daya saing yang semakin kuat di pasar global.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor industri kerajinan pada kuartal I tahun 2026 mencapai USD165,27 juta atau sekitar Rp2,97 triliun.

Capaian tersebut meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan semakin tingginya apresiasi pasar internasional terhadap produk kerajinan Indonesia.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah terus melakukan penguatan ekosistem industri kerajinan melalui peningkatan kapasitas SDM, pengembangan inovasi produk, dan perluasan akses pasar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Menperin menambahkan, pengembangan industri kerajinan juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri dan mendukung penerapan ekonomi sirkular. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menegaskan bahwa peningkatan daya saing industri kerajinan nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan

“Pengembangan keterampilan, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi faktor penting dalam menciptakan produk kerajinan yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, Kemenperin terus berupaya agar menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Emmy.

Sebagai bagian dari upaya penguatan industri kerajinan nasional, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 tersebut mendapat dukungan pendanaan penuh dari BPDP sebagai bagian program ekonomi hijau berbasis sawit dalam rangka Peningkatan Nilai Ekonomi Produk Kerajinan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Limbah dan Produk Samping Sawit di Industri Kecil dan Menengah Kerajinan Provinsi Kalimantan Utara .

Workshop diikuti oleh 30 pelaku usaha kerajinan yang berasal dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung.

Para peserta memperoleh pembekalan teori serta praktik pembuatan kerajinan anyaman dan kertas seni dengan memanfaatkan limbah maupun produk samping kelapa sawit sebagai bahan baku utama.

Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae menyampaikan, pengembangan kerajinan berbasis limbah dan produk samping kelapa sawit merupakan salah satu strategi untuk terwujudnya ekonomi sirkular di wilayah perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah BPDP, sebagai mitra penyelenggara yang dalam sambutannya diwakili oleh Anwar Sadat, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP menyapaikan dukungannya terkait program ekonomi hijau berbasis sawit melalui pemberdayaan UMKM perkebunan sawit sebagaimana yang dilaksanakan oleh BSPJI Samarinda saat ini.

Melalui sinergi antara BSPJI Samarinda dan BPDP, industri kerajinan berbasis kelapa sawit di Kalimantan Utara diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan daerah. Posisi strategis Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada pada jalur perdagangan regional juga membuka peluang besar bagi pengembangan pasar produk kerajinan berbasis sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri kreatif berbasis sumber daya alam lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

 

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#ekonomi sirkular#industri kerajinan#kelapa sawit#Kementerian Perindustrian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Laba Bersih ANJ Tumbuh 251,9 Persen di Kuartal I 2025

Laba Bersih ANJ Tumbuh 251,9 Persen di Kuartal I 2025

15 Januari 2026
Presiden Prabowo: Kelapa Sawit Adalah Tanaman Ajaib, Karunia Tuhan kepada Kita

Presiden Prabowo: Kelapa Sawit Adalah Tanaman Ajaib, Karunia Tuhan kepada Kita

19 September 2026
Hingga 19 Agustus 2026, Realisasi PSR Capai 20.229 Hektare

Hingga 19 Agustus 2026, Realisasi PSR Capai 20.229 Hektare

21 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?