Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Belarus Ingin Impor CPO dari Indonesia

3 Juli 2026
in Headline, News
Belarus Ingin Impor CPO dari Indonesia

Pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian dan Pangan Republik Belarus, Yuri Gorglov/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta – Pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian dan Pangan Republik Belarus, Yuri Gorglov, membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Belarus menyatakan kebutuhan kakao mencapai sekitar 120 ribu ton per tahun serta membuka peluang impor minyak sawit (CPO) dari Indonesia.

Pertemuan yang turut dihadiri Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama teknologi pertanian, modernisasi sistem irigasi, serta investasi sektor pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia ke Belarus, terutama minyak sawit (CPO), kakao, kelapa, dan teh. Menurutnya, Belarus merupakan mitra potensial sekaligus pintu masuk bagi produk pertanian Indonesia ke kawasan Eropa Timur.

“Kami ingin memperluas pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Belarus. Hubungan yang semakin erat antara kedua negara harus memberikan manfaat nyata melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan,” kata Mentan Amran, Selasa (30/6/2026).

Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah ekspor kakao Indonesia. Pemerintah Belarus menyampaikan bahwa negaranya memiliki industri pengolahan cokelat yang memasok kebutuhan pasar domestik, Eropa Timur, hingga Rusia.

Untuk mendukung industri tersebut, Belarus membutuhkan sekitar 120.000 ton kakao per tahun, sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas kakao nasional.

Selain kakao, Mentan Amran juga mendorong peningkatan ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia ke Belarus. Menurutnya, Belarus memiliki potensi menjadi pintu masuk strategis bagi produk pertanian Indonesia ke kawasan Eropa Timur. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Belarus juga menyampaikan kebutuhan minyak sawit yang dapat dipenuhi oleh Indonesia.

“Kami juga mendorong ekspor CPO ke Belarus. Selama ini produk tersebut belum masuk ke pasar Belarus, padahal mereka telah menyampaikan kebutuhannya sekitar 14 ribu ton. Ini menjadi peluang yang harus segera kita tindak lanjuti agar perdagangan kedua negara semakin meningkat,” kata Mentan Amran.

Selain membuka peluang perdagangan, Indonesia dan Belarus juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang teknologi pertanian. Kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan mekanisasi pertanian, modernisasi sistem irigasi, pengelolaan sumber daya air, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.

“Belarus memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia. Sementara Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian. Kolaborasi ini harus mampu mempercepat modernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan kedua negara,” ujar Mentan Amran.

Pada sektor peternakan, kedua negara juga membahas peluang peningkatan kerja sama perdagangan produk susu. Mentan Amran menilai kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang semakin kompetitif bagi masyarakat Indonesia.

“Kami ingin setiap kerja sama yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas produk, harga yang lebih kompetitif, maupun terbukanya peluang ekonomi baru bagi kedua negara,” katanya.

Mentan Amran menegaskan seluruh hasil pembahasan harus segera ditindaklanjuti agar kerja sama yang telah disepakati dapat segera direalisasikan.

“Yang terpenting adalah implementasi. Semua hasil pertemuan ini harus segera ditindaklanjuti agar manfaatnya dapat dirasakan oleh kedua negara, khususnya para pelaku usaha dan petani,” tegas Mentan Amran.

Penguatan kemitraan Indonesia dan Belarus diharapkan tidak hanya memperluas pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia, tetapi juga mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui alih teknologi, memperkuat investasi, serta meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Tags: #Andi Amran Sulaiman#Belarus#CPO#ekspor#impor#kakao#Menteri Pertanian#minyak sawit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kementerian Pertanian Dorong Percepatan Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit ISPO Melalui E-STBD

Plt Gubernur Riau Ungkap Produksi CPO Riau Tembus 9,4 Juta Ton per Tahun

17 September 2026
GAPKI Soroti Ancaman PKS Tanpa Kebun bagi Ekosistem Rantai Pasok Sawit

GAPKI Soroti Ancaman PKS Tanpa Kebun bagi Ekosistem Rantai Pasok Sawit

12 September 2026
Wamenko Pangan Tinjau Integrasi Sapi-Sawit di Tanah Bumbu, Dinilai Mampu Kurangi Impor Daging

Wamenko Pangan Tinjau Integrasi Sapi-Sawit di Tanah Bumbu, Dinilai Mampu Kurangi Impor Daging

18 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?