Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Agrinas Palma Nusantara Catat Surplus Operasional Rp2,86 Triliun di 2025

9 Juli 2026
in Headline, Korporasi
Agrinas Palma Nusantara Catat Surplus Operasional Rp2,86 Triliun di 2025

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Mohammad Abdul Ghani/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menutup Tahun Buku 2025 dengan kinerja positif. Perseroan mencatat surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun dari pelaksanaan penugasan pengelolaan aset perkebunan negara.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Mohammad Abdul Ghani, mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Menurut Abdul Ghani, APN terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang profesional dan mampu menciptakan nilai tambah.

“Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” ujar Abdul Ghani, di Jakarta, Kamis (09/07/2026).

Surplus operasional tersebut merupakan hasil pengelolaan aset perkebunan dalam rangka penugasan pemerintah. Capaian itu bukan merupakan laba Perseroan.

Di sisi lain, APN membukukan laba bersih sebesar Rp27,9 miliar dari bisnis jasa konsultan konstruksi. Laba tersebut berasal dari kegiatan usaha korporasi yang dijalankan APN.

Kedua capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjalankan dua fungsi secara bersamaan. Di satu sisi, APN menjaga kinerja bisnis. Di sisi lain, APN mengoptimalkan pengelolaan aset perkebunan negara secara profesional, produktif, dan akuntabel.

Sepanjang 2025, APN mengelola areal perkebunan seluas sekitar 1,7 juta hektare. Seiring bertambahnya penugasan, luas areal yang dikelola kini meningkat menjadi 4,11 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 730 ribu hektare merupakan areal tanaman kelapa sawit (planted area).

Skala pengelolaan tersebut memperkuat posisi APN sebagai salah satu pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia. Luas areal yang dikelola juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.

Abdul Ghani menjelaskan, transformasi perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas. Perseroan juga memastikan pengelolaan perkebunan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal,” kata Abdul Ghani.

Untuk mendukung transformasi tersebut, APN terus menjalankan berbagai program strategis. Program tersebut meliputi penguatan legalitas aset, pengamanan perusahaan, penyempurnaan tata kelola procurement dan komersial, serta penguatan organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia.

Perseroan juga memperluas kemitraan dengan petani, koperasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, perusahaan memperkuat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan mempercepat pengembangan serta hilirisasi komoditas pangan prioritas.

Tags: #2025#pengelolaan aset#perkebunan#PT Agrinas Palma Nusantara#surplus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Bahlil: Mandatori Biodiesel Perkuat Ketahanan Energi, Targetkan Stop Impor Solar 2026

Targetkan Setop Impor Solar, Bahlil: B50 Dimulai 1 Juli

21 Juni 2026
Wamentan Sudaryono: B50 Bukti Indonesia Mamp Wujudkan Swasembada Energi

Wamentan Sudaryono: B50 Bukti Indonesia Mamp Wujudkan Swasembada Energi

17 Juli 2026
Sinar Mas Agribusiness and Food Raih Lima Penghargaan di Ajang HR Asia Awards 2026

Sinar Mas Agribusiness and Food Raih Lima Penghargaan di Ajang HR Asia Awards 2026

13 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?