Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

AKPY, BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan Teknis Budidaya untuk Tingkatan Produktivitas Sawit Rakyat

12 Juli 2026
in Budidaya, Headline
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan Teknis Budidaya untuk Tingkatan Produktivitas Sawit Rakyat

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Makassar – Masa depan perkebunan kelapa sawit Indonesia tidak lagi bertumpu pada perluasan areal tanam, melainkan pada kemampuan pekebun meningkatkan produktivitas dari lahan yang sudah ada.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Melalui penerapan budidaya yang tepat dan berkelanjutan, kebun rakyat diyakini mampu menghasilkan panen yang lebih tinggi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian.

Pelatihan yang berlangsung di Makassar pada 7–13 Juli 2026 itu diikuti 149 pekebun, penyuluh, dan keluarga pekebun dari Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, mengatakan peningkatan produktivitas sawit rakyat harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, produktivitas yang tinggi tidak hanya ditentukan oleh benih unggul maupun penggunaan sarana produksi, tetapi juga kemampuan pekebun menerapkan teknik budidaya yang benar dan berkelanjutan.

“Keberhasilan sawit tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul ataupun pengelolaan kebun, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu program BPDP ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing petani agar mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memiliki tantangan besar untuk meningkatkan produksi tanpa terus bergantung pada pembukaan lahan baru. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang mampu mengoptimalkan potensi tanaman yang sudah ada.

Dalam pelatihan, peserta dibekali berbagai materi teknis, mulai dari penggunaan benih bersertifikat, pemupukan berimbang, pemeliharaan tanaman, pengelolaan kesuburan tanah, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Seluruh materi dirancang untuk membantu pekebun meningkatkan hasil panen secara efisien sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

 

Menurut Idum, kesehatan tanah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang. Karena itu, peserta didorong mengombinasikan penggunaan pupuk kimia dengan bahan organik, termasuk memanfaatkan limbah sawit seperti pelepah dan tandan kosong sebagai sumber unsur hara alami.

Selain itu, pelatihan juga mengenalkan pentingnya menjaga keberadaan serangga penyerbuk alami serta teknik hand pollination untuk meningkatkan keberhasilan pembentukan buah (fruit set). Dengan pengelolaan yang tepat, potensi buah kosong maupun buah landak dapat ditekan sehingga produksi tandan buah segar meningkat.

Idum menegaskan bahwa peningkatan produktivitas melalui penerapan budidaya yang baik merupakan strategi yang lebih berkelanjutan dibandingkan memperluas areal perkebunan.

“Perkembangan teknologi juga menuntut petani terus belajar dan beradaptasi. Petani masa depan bukan hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memahami teknologi, mencatat usahanya dengan baik, dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Subhang, S.Pt., M.Si., menilai pelatihan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pekebun agar mampu mengelola kebun secara lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi bagian penting dari pembangunan perkebunan sawit rakyat. Pekebun tidak hanya dituntut memahami teknik budidaya, tetapi juga menerapkan praktik yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

“Dengan perubahan pola pikir dan perilaku tersebut, para petani diharapkan menjadi pelopor dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang produktif, efisien, aman, serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Subhang optimistis penerapan budidaya yang sesuai standar akan meningkatkan produktivitas kebun, memperbaiki mutu tandan buah segar (TBS), sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekebun.

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026, BPDP, Ditjenbun, dan AKPY berharap semakin banyak pekebun yang mampu menerapkan praktik budidaya modern berbasis Good Agricultural Practices.

Dengan demikian, produktivitas kebun rakyat dapat terus meningkat secara berkelanjutan tanpa harus membuka lahan baru, sehingga industri sawit nasional tetap kompetitif sekaligus menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

 

Tags: #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta#Badan Pengelola Dana Perkebunan#budidaya#pelatihan#produktivitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

PTPN IV PalmCo Serap 1.300 Peserta Magang, Kebun dan Pabrik Jadi Laboratorium Kesiapan Kerja

PTPN IV PalmCo Serap 1.300 Peserta Magang, Kebun dan Pabrik Jadi Laboratorium Kesiapan Kerja

9 Agustus 2026
PT GSPP Wujudkan Komitmen Astra Agro melalui Program CSR Astra Hijau di Desa Amin Jaya

PT GSPP Wujudkan Komitmen Astra Agro melalui Program CSR Astra Hijau di Desa Amin Jaya

29 Januari 2026
106 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Berbasis Praktik Budidaya Sawit

106 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Berbasis Praktik Budidaya Sawit

28 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?