Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

RI Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

13 Juli 2026
in Headline, News
RI Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika dan Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik Emmanuel Lestarto Wanani saat menjadi pembicara dalam Forum Bisnis Indonesia–Rusia, yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Pemerintah Indonesia memanfaatkan Forum Bisnis Indonesia–Rusia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi industri melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Forum bertema Palm Oil and the Future of Sustainable Energy tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi industri nasional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, perdagangan, dan pengembangan teknologi dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui kerja sama dengan Rusia dan negara-negara Eurasia.

“Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya di Rusia, Kamis (9/7).

Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar industri nasional melalui kolaborasi internasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih, Indonesia menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Forum yang dihadiri lebih dari 100 pemimpin industri, pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan pengunjung INNOPROM 2026 itu menjadi ruang dialog antara pelaku industri Indonesia dan Rusia untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring bisnis, serta menjajaki peluang investasi dan pengembangan teknologi di sektor bioenergi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Tri Supondy, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa transformasi industri sawit Indonesia telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai komoditas ekspor.

“Forum ini sangat bagus dan merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan bahwa Indonesia bukan cumamenuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, tapi juga terus berinovasi melalui produk unggulan industri nasional,” ujar Tri di Ekaterinburg Expo, Rusia.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperlihatkan kesiapan industrinya dalam mendukung transisi energi global. Salah satu langkah yang dipaparkan adalah penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Program tersebut mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan emisi karbon.

Indonesia juga memperkenalkan berbagai kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan teknologi di industri biodiesel dan produk turunannya melalui Indonesia Plantation Fund (IPF).

Selain itu, penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus diperkuat agar produksi kelapa sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional.

Direktur Urusan Hukum dan Kerja Sama Kelembagaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pangihutan Siagian, mengatakan keberhasilan program biodiesel nasional menunjukkan bahwa pengembangan industri sawit dapat berjalan seiring dengan agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

“Dukungan BPDPKS juga mencakup program peremajaan kebun rakyat, pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta pembangunan sarana dan prasarana perkebunan untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia dari hulu hingga hilir,” paparnya.

Selain mempromosikan inovasi bioenergi, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan Rusia. Salah satu peluang yang mengemuka adalah penguatan hubungan perdagangan melalui penyelesaian perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU).

Dengan posisi Rusia sebagai salah satu mitra utama di kawasan tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, transfer teknologi, dan perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia.

Melalui Forum Bisnis Indonesia–Rusia di INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan bahwa inovasi bioenergi berbasis kelapa sawit bukan hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional, tetapi juga instrumen diplomasi industri untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan Rusia.

Dengan memadukan kekuatan inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasiinternasional, Indonesia berharap dapat menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia.

 

Tags: #Agus Gumiwang Kartasasmita#bioenergi#kelapa sawit#Menteri Perindustrian#Rusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Bitcoin Is ‘Definitely Not A Fraud,’ CEO of Mobile-Only Bank Revolut Says

10 Oktober 2024

China’s Industrial Profit Growth Slows on Virus and Flood Impact

23 Oktober 2024
Tekan Emisi arbon, Astra Agro Gunakan Digitalisasi dan Tentara Serangga Pengendali Hama

Harga CPO Anjlok Akibat Penurunan Permintaan dari India

7 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?