Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pertamina Lirik Pengembangan Bioetanol Berbasis Tandan Kosong Sawit

24 Juli 2026
in Headline, Korporasi
Pertamina Lirik Pengembangan Bioetanol Berbasis Tandan Kosong Sawit

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam forum Pekan Riset Sawit Indonesia 2026/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta– PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung target Pemerintah untuk menekan angka impor Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Langkah strategis tersebut difokuskan melalui optimalisasi pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam forum Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7).

Oki menyatakan bahwa bioenergi berbasis sawit merupakan solusi nyata dan terukur untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan energi domestik yang saat ini masih ditopang oleh impor minyak mentah dan produk BBM.

“Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO (Crude Palm Oil) dan Tandan Kosong Sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” ujar Oki dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan, akademisi, regulator, dan pelaku industri sawit.

Lebih lanjut, Oki memaparkan tiga potensi utama bioenergi dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Pertama, ketersediaan biomassa domestik yang sangat melimpah. Kedua, perannya yang krusial dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat dekarbonisasi di sektor transportasi. Ketiga, bioenergi mampu menggerakkan roda ekonomi sirkular yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertamina tidak bisa berjalan sendiri dalam transisi energi ini. Skema yang harus dibangun adalah memperkuat seluruh ekosistem biofuel, mulai dari penyediaan bahan baku, pengembangan teknologi di kilang, hingga distribusi ke masyarakat.

Langkah konkret tersebut telah diwujudkan melalui implementasi program biodiesel B50, yang saat ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan penggunaan biodiesel terbesar di dunia. Jaringan distribusinya pun telah masif, menjangkau 86 dari 121 Terminal BBM milik Pertamina di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, untuk menekan impor bensin, Pertamina juga tengah membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore dengan kapasitas 30 ribu kiloliter per tahun. Langkah ini dilakukan guna mengejar target pencampuran E10 sesuai peta jalan (roadmap) Pemerintah.

Di samping CPO, Pertamina mulai melirik potensi besar yang belum tergarap maksimal, yaitu Tandan Kosong Sawit (TKS). Dengan potensi volume mencapai sekitar 25 juta ton per tahun, TKS dinilai memiliki nilai tambah strategis untuk diolah menjadi bioetanol.

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” jelas Oki.

Fokus pengembangan tersebut juga diikuti dengan peningkatan kapasitas infrastruktur kilang hijau. Saat ini, Pertamina tengah mendukung pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap.

Sebelumnya, perusahaan juga telah mengaplikasikan teknologi coprocessing secara komersial di Kilang Cilacap, dan tengah melakukan tahap uji coba untuk Kilang Balongan serta Dumai.

Menutup paparannya, Oki menegaskan bahwa transisi menuju kemandirian energi memerlukan ekosistem yang solid, mulai dari penyediaan bahan baku, pengembangan teknologi di kilang, hingga distribusi hilir.

“Ini semua membutuhkan kerja sama. Tidak bisa hanya mengandalkan industri, namun harus ada sinergi antara Pemerintah, perbankan, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara,” jelas dia.

Tags: #bioetanol#crude palm oil#kelapa sawit#Pertamina#tandan kosong sawit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Wilmar Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kolaborasi untuk Cegah Kebakaran Lahan

Wilmar Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kolaborasi untuk Cegah Kebakaran Lahan

12 Juli 2026
Laba Bersih Agrinas Palma Capai Rp890 Miliar pada Semester I 2026

Laba Bersih Agrinas Palma Capai Rp890 Miliar pada Semester I 2026

19 Agustus 2026
Antisipasi Karhutla, Kementan Inspeksi Kesiapan Perusahaan Sawit

GAPKI Terbitkan Surat Imbauan ke Seluruh Anggota Cegah Karhutla di Lahan Gambut

25 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?