Palmoil.id, Jakarta- Menanggapi meningkatnya eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia pada musim kemarau 2026, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan secara terpadu.
GAPKI mendorong seluruh perusahaan anggota untuk memperkuat kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, dan langkah nyata di lapangan guna menekan risiko karhutla serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
Sebagai wujud sikap proaktif, GAPKI telah menerbitkan serangkaian surat imbauan resmi kepada seluruh Ketua Cabang dan Pimpinan Perusahaan Anggota.
Melalui Surat No. 088/GAPKI/III/2026 (13 Maret 2026), GAPKI menghimbau langkah antisipasi kebakaran lahan sejak dini, yang kemudian diperkuat dengan Surat No. 280/GAPKI/VII/2026 (30 Juli 2026) terkait pencegahan karhutla khusus di lahan gambut.
Surat-surat tersebut berisi himbauan kepada anggota GAPKI untuk bersama mencegah kebakaran lahan.
Lebih lanjut, GAPKI juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) pada 16 Oktober 2025 mengenai Kerja Sama Pembinaan Masyarakat dalam Pengendalian Karhutla.
Kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pertanian.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa sinergi lintas asosiasi ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dunia usaha dalam menjaga kawasan konsesi dan wilayah sekitarnya dari ancaman karhutla.
Di lapangan, perusahaan-perusahaan anggota GAPKI di berbagai daerah telah menggelar Apel Siaga Karhutla secara berkala.
Perusahaan anggota GAPKI wajib mengaktifkan Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) serta memastikan kesiapan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dengan infrastruktur pendukung yang lengkap, seperti mesin pompa air, embung, dan menara pantau api.
Koordinasi rutin juga terus diintensifkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta aparat TNI-Polri di masing-masing wilayah untuk memastikan respons yang cepat dan tepat sasaran.
Upaya Nyata di Berbagai Daerah
Komitmen ini diwujudkan melalui aksi nyata di berbagai penjuru wilayah operasional anggota, antara lain:
Kalimantan Tengah:
GAPKI secara aktif menurunkan regu pemantau untuk membantu pengawasan titik panas dan turut serta dalam penanganan karhutla, khususnya di wilayah Palangka Raya.
Kalimantan Selatan:
GAPKI Kalsel telah menyiagakan tim pemadam kebakaran dari perusahaan anggota dan bergabung dalam Satgas Darat bersama tujuh perusahaan lainnya. Sebagai bentuk kepedulian, GAPKI Kalsel juga telah menyalurkan 20.000 masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Kalimantan Barat:
Perusahaan kelapa sawit di wilayah Ketapang, antara lain Sinar Mas, terus memperkuat sosialisasi, apel siaga, dan patroli gabungan bersama TNI-Polri, perangkat kecamatan, desa, dan masyarakat setempat.
Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam rapat penanganan karhutla di Kalimantan Barat, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, BNPB, dan dunia usaha.



