Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Genjot Produktivitas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya Sawit Pekebun Rokan Hilir

1 September 2026
in Budidaya, Headline
Genjot Produktivitas, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Budidaya Sawit Pekebun Rokan Hilir

Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Angkatan XII bagi pekebun Rokan Hilir di Pekanbaru/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Pekanbaru-Pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, tidak hanya menghadapi tantangan peningkatan produktivitas.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Persoalan kawasan hutan, keberlanjutan lingkungan, keterbatasan pendampingan hingga pemanfaatan teknologi juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara bersama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir Cicik Mawardi Athar mengatakan pengelolaan sawit rakyat perlu diarahkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kepastian kawasan.

“Kalau kita lihat data statistik yang ada, hampir lebih daripada 50 persen daerah sawit, terutama sawit-sawit masyarakat ini di dalam kawasan hutan,” ujar Cicik dalam kegiatan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan XII bagi pekebun Rokan Hilir di Pekanbaru, Senin (31/8/2026).

Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Angkatan XII tersebut berlangsung pada 31 Agustus–5 September 2026. Kegiatan merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun), serta dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB).

Sebanyak 31 peserta mengikuti pelatihan dan dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Gapoktan Manunggal Sakti, Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pada 4 September 2026.

Menurut Cicik, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena sawit telah menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat. Karena itu, kebijakan dan pengelolaan perkebunan harus mampu menjembatani kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Dia menilai pengembangan sawit tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan produksi tandan buah segar. Lebih jauh, dibutuhkan perencanaan yang mampu menempatkan perkebunan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

“Ini perlu ada suatu perencanaan ataupun yang khusus, penelitian khusus itu bagaimana sawit ini dapat dikelola untuk menunjang ekonomi masyarakat dan tidak merusak lingkungan,” katanya.

Dorong Sawit Tak Sekadar Monokultur

Cicik juga mendorong agar pengelolaan perkebunan sawit rakyat tidak sepenuhnya bergantung pada pola monokultur. Diversifikasi dan pemanfaatan sumber daya di sekitar kebun dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Menurut dia, pendekatan tersebut membutuhkan dukungan penelitian dan perencanaan yang lebih matang. Potensi yang ada di sekitar perkebunan harus diidentifikasi dan dikembangkan sesuai kondisi wilayah.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah integrasi sawit dengan peternakan. Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik untuk kebun, sementara perkebunan dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha peternakan.

“Bagaimana kita bisa membuat menjadi ternak sapi dan menghasilkan pupuk untuk petani kita,” ujarnya.

Menurut Cicik, integrasi tersebut dapat mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pekebun terhadap input produksi yang harus dibeli dari luar.

Dengan pola usaha tani terpadu, kebun sawit tidak hanya menghasilkan tandan buah segar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sistem ekonomi yang menghasilkan produk dan manfaat lain bagi keluarga pekebun.

Penyuluh Harus Bersinergi

Di sisi lain, Cicik menilai peningkatan kapasitas pekebun membutuhkan penguatan peran penyuluh. Selama ini, sebagian penyuluh lebih banyak berkonsentrasi pada tanaman pangan, padahal kebutuhan pendampingan di sektor perkebunan juga sangat besar.

Karena itu, sinergi antara penyuluh pertanian, petugas perkebunan dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat agar pengetahuan dan teknologi dapat lebih mudah diterapkan di tingkat pekebun.

“Kalau bersinergi antara PPL, antara petugas perkebunan dan pertanian, insyaallah bantuan-bantuan yang dari pusat itu dapat berhasil guna dan berdaya guna,” katanya.

Menurut Cicik, keberadaan penyuluh tidak hanya penting dalam memberikan pengetahuan teknis budidaya, tetapi juga membantu masyarakat memahami dan mengakses berbagai program pemerintah.

Pendampingan yang lebih kuat juga diharapkan dapat mendorong pekebun menerapkan praktik budidaya yang lebih baik, mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan kebun secara berkelanjutan.

Cicik juga melihat peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan perkebunan rakyat. Bantuan pemerintah seperti drone, menurut dia, dapat dimanfaatkan lebih luas untuk mendukung kegiatan perkebunan.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan kebun sekaligus memberikan data yang lebih baik bagi petani maupun pemerintah dalam mengambil keputusan.

Namun, teknologi menurutnya tidak dapat berdiri sendiri. Penggunaan alat harus dibarengi peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat di lapangan.

Pelatihan budidaya yang digelar bagi pekebun Rokan Hilir menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kapasitas tersebut.

Produktivitas Tetap Jadi Perhatian

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi mengatakan peningkatan produktivitas tetap menjadi kunci bagi pekebun di tengah keterbatasan lahan.

“Di sini Bapak Ibu hadir semua dalam rangka memastikan bahwa kebutuhan bisa kita penuhi melalui peningkatan produktivitas,” kata Supriadi.

Menurut Supriadi, lahan yang tersedia harus mampu menghasilkan produksi lebih tinggi melalui penerapan teknik budidaya yang tepat.

“Yang diwajibkan kepada kita itu adalah ikhtiar bagaimana insyaallah produksi meningkat melalui peningkatan dan perbaikan budidaya,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pekebun sekaligus membangun cara pandang baru dalam mengelola perkebunan rakyat.

 

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#budidaya#kelapa sawit#perkebunan#PT Sumberdaya Indonesia Berjaya#Rokan Hilir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kementan Uji B50 pada Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan

Kementan Uji B50 pada Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan

21 April 2026
Kemenperin Pacu Hilirisasi Produk Sawit Beta Karoten

Laba Bersih ANJ Tembus USD14.2 Juta pada Kuartal II 2025

12 Desember 2025
Menopang 8 Juta Tenaga Kerja, Industri Sawit Hadapi Ancaman Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa

Menopang 8 Juta Tenaga Kerja, Industri Sawit Hadapi Ancaman Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa

19 April 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?