Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Hingga Juli 2026, Ekspor Minyak Sawit RI Tumbuh 5,49 Persen

3 September 2026
in Headline, News
Harga Referensi CPO Mei 2026 Tembus USD1.049,58 per Ton

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang Januari–Juli 2026.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Salah satu penggeraknya berasal dari komoditas minyak sawit, dengan nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya tumbuh 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut sejalan dengan penguatan ekspor nonmigas Indonesia yang secara kumulatif mencapai USD 160,01 miliar pada Januari–Juli 2026, atau meningkat 5,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 167,03 miliar atau tumbuh 4,43 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor, khususnya pada kelompok komoditas pertanian. Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga.

“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ujar Ateng dalam penyampaian Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9/2026).

Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15 yang menjadi salah satu komoditas pendorong ekspor nonmigas. Produk berbasis sawit juga memberikan kontribusi melalui sektor industri pengolahan yang sepanjang Januari–Juli 2026 tumbuh 7,16 persen.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi pertanian terhadap perdagangan luar negeri tidak berhenti pada komoditas primer. Produk pertanian yang telah melalui proses pengolahan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Pasar ekspor Indonesia juga terus menunjukkan peluang yang besar. Salah satunya Tiongkok, yang menjadi salah satu tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia.

Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 40,62 miliar, meningkat 18,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang mencakup produk minyak sawit turut menjadi bagian dari perdagangan tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya kekuatan komoditas pertanian Indonesia dalam perdagangan global. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar karena menjadi salah satu produsen sawit utama dunia.

“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan penguatan ekspor harus berjalan bersama dengan peningkatan produktivitas di tingkat hulu dan hilirisasi di tingkat hilir.

Dengan demikian, pertumbuhan ekspor tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan pekebun.

“Yang paling penting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan pekebun. Produktivitas kita tingkatkan, kemudian hilirisasi kita dorong. Jadi dari hulu sampai hilir harus kuat,” katanya.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, peningkatan produktivitas, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya kuat sebagai negara produsen, tetapi juga semakin kompetitif sebagai negara pengekspor produk pertanian bernilai tambah.

Kinerja ekspor CPO dan turunannya yang tumbuh 5,49 persen menjadi salah satu gambaran bahwa komoditas pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat perdagangan Indonesia. Ke depan, penguatan produktivitas dan hilirisasi diharapkan mampu memperbesar nilai ekspor sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan petani dan pekebun.

“Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani,” tegas Mentan Amran.

Tags: #BPS#CPO#crude palm oil#ekspor#Januari#Juli#komoditas#minyak sawit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Dongkrak Produktivitas, 171 Pekebun Barito Utara Belajar Budidaya Sawit Berbasis GAP

Dongkrak Produktivitas, 171 Pekebun Barito Utara Belajar Budidaya Sawit Berbasis GAP

17 Agustus 2026
BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

20 Oktober 2026
Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel 15,65 Juta KL pada 2026

Dorong Kemandirian Energi, Kementan Gaspol Hilirisasi Pertanian untuk Pengembangan Biofuel dan Bioetanol

1 April 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?