Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Hotspot Karhutla di Kalsel Nihil, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

11 September 2026
in Headline, News
Hotspot Karhutla di Kalsel Nihil, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kementerian Kehutanan (emenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta– Kementerian Kehutanan (emenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

“Pemantauan terbaru menunjukkan Kalimantan Selatan nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, sementara perhatian operasi saat ini terutama diarahkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Rabu, 9 September 2026 pukul 21.04 WIB, secara nasional terdeteksi 395 hotspot high confidence, turun tipis sebanyak dua titik dibandingkan sehari sebelumnya. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence tercatat:

  • Kalimantan Barat: 134 titik
  • Kalimantan Tengah: 81 titik
  • Sumatera Selatan: 35 titik
  • Riau: 15 titik
  • Jambi: 4 titik
  • Kalimantan Selatan: 0 titik

Kalimantan Barat saat ini mencatat hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, disusul Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penentuan prioritas patroli, groundcheck, pemadaman darat, serta dukungan operasi udara.

Di sisi lain, perkembangan positif terlihat di Kalimantan Selatan yang tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir. Sumatera Selatan juga menunjukkan jumlah yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Namun demikian, kewaspadaan tetap dipertahankan karena kondisi karhutla dapat berubah mengikuti cuaca dan kondisi bahan bakar di lapangan.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi menjadi beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui pengecekan langsung atau groundcheck.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan.

Dukungan operasi udara juga terus disiagakan. Sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut:

  • 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC); dan
  • 34 armada digunakan untuk operasi water bombing.

Pengerahan operasi udara dilakukan menyesuaikan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, dan kondisi meteorologis. OMC juga tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memungkinkan pembentukan hujan dan membantu pembasahan lahan.

Khusus pada lahan gambut, operasi pembasahan dan pendinginan terus menjadi perhatian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat secara langsung.

Pemantauan kualitas udara berbasis PM2,5 menunjukkan kondisi di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah wilayah di Kalimantan masih terpantau pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada sebagian area berbahaya. Kondisi tidak sehat juga terpantau pada beberapa bagian wilayah Sumatera.

Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pengendalian, karena dampak karhutla tidak hanya dilihat dari jumlah hotspot dan luas area yang terbakar, tetapi juga dari pengaruh asap terhadap masyarakat dan aktivitas sehari-hari.

Pemantauan meteorologi penerbangan BMKG pada Rabu, 9 September 2026 siang, menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas. Pada pukul sekitar 12.47 WIB, BMKG mencatat:

  • Pontianak: sekitar 2 kilometer, berasap
  • Palangka Raya: sekitar 4,5 kilometer, berasap
  • Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap
  • Pekanbaru: sekitar 4 kilometer, berasap
  • Jambi: sekitar 3 kilometer, berasap
  • Banjarmasin: sekitar 9 kilometer, cerah berawan

Kondisi Pontianak menjadi perhatian sejalan dengan tingginya hotspot high confidence yang terpantau di Kalimantan Barat. Namun, kondisi jarak pandang bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.

Kementerian Kehutanan bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan secara terpadu terhadap hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, curah hujan, serta jarak pandang sebagai dasar menentukan prioritas operasi berikutnya.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

Tags: #hotspot#Kalimantan Barat#Kalimantan Selatan#Kalimantan Tengah#kebakaran hutan dan lahan#Kementerian Kehutanan#pengendalian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng ke 33,2 Juta KPM

Pemerintah Gencarkan Program Beras SPHP dan Minyakita ke Pasar Rakyat

10 Juni 2026
PTPN IV PalmCo Raih Laba Bersih Rp3,23 Triliun di Semester I 2026

PTPN IV PalmCo Raih Laba Bersih Rp3,23 Triliun di Semester I 2026

26 Juli 2026
Dukung Program Swasembada Ikan, PT SMS Panen Perdana Budidaya Lele di Kabupaten Lahat

Dukung Program Swasembada Ikan, PT SMS Panen Perdana Budidaya Lele di Kabupaten Lahat

9 Mei 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?