Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kemenhut: Hotspot Karhutla Nasional Turun 121 Titik

13 September 2026
in Headline, News
APHI-GAPKI Dorong Protokol Bersama Percepat Pemadaman Karhutla

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

“Pemantauan terbaru menunjukkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun menjadi 567 titik, atau berkurang 121 titik dibandingkan sehari sebelumnya,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemehut, Ristianto Pribadi dalam keterangan resminya, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 21.04 WIB, hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas tercatat:

  • Kalimantan Tengah: 197 titik, turun dari 271 titik
  • Kalimantan Barat: 91 titik, meningkat dari 51 titik
  • Sumatera Selatan: 62 titik, meningkat dari 11 titik
  • Kalimantan Selatan: 7 titik, turun dari 47 titik
  • Riau: 0 titik
  • Jambi: 0 titik.

Kalimantan Tengah masih mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, Riau dan Jambi tetap nihil hotspot high confidence pada pemantauan terakhir.

Peningkatan yang terpantau di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam penguatan patroli, groundcheck, serta operasi pemadaman. Perkembangan karhutla tetap dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca maupun bahan bakar di lapangan.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan.

Sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pengendalian, Kementerian Kehutanan terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan laporan pelaksanaan OMC Kementerian Kehutanan, operasi di Kalimantan Barat yang berlangsung pada 5-14 September telah melaksanakan 9 sortie penerbangan dengan penggunaan bahan semai sebanyak 7.200 kilogram NaCl.

Penyemaian dilakukan pada wilayah sasaran di Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara. Pelaksanaan OMC tersebut tercatat menghasilkan estimasi volume air hujan sekitar 87,9 juta meter kubik. Perhitungan peningkatan curah hujan secara keseluruhan akan dilakukan setelah operasi berakhir.

Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah dilaksanakan pada 6-15 September 2026. Hingga 11 September telah dilaksanakan 7 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 5.600 kilogram NaCl, dengan penyemaian antara lain di sekitar Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.

Hujan yang dihasilkan melalui OMC membantu pembasahan lahan dan mendukung kerja tim pemadaman di lapangan.

Meski demikian, terutama pada ekosistem gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan.

Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC.

Kapasitas operasi udara juga diperkuat dengan dukungan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinookyang telah tiba di Kalimantan Barat. Ketiga helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi water bombingsetelah melalui tahapan persiapan teknis dan keselamatan penerbangan. Dukungan Jepang tersebut merupakan bagian dari kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief Indonesia-Jepang.

Pengerahan seluruh sumber daya dilakukan berdasarkan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, dan kondisi meteorologis, dengan prioritas mencegah api meluas dan mempercepat penanganan pada lokasi-lokasi yang masih aktif.

Penguatan operasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah melakukan tindakan sedini mungkin pada setiap hotspot dan tidak menunggu indikasi tersebut berkembang menjadi kebakaran. Presiden juga meminta langkah pencegahan diperkuat, antara lain melalui pembasahan dan penyediaan sumber air pada daerah rawan.

Selain respons teknis di lapangan, Presiden menekankan pentingnya edukasi hingga tingkat desa agar masyarakat memahami bahwa membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dilarang dan dapat menimbulkan dampak luas.

Berdasarkan pemantauan PM2,5, kondisi kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah bagian di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada area tertentu terpantau kategori berbahaya.

Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi jarak pandang masih perlu dipantau. Di Pontianak, pada 12 September sore BMKG memprakirakan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 4 kilometer.

Sementara di Pekanbarujarak pandang sekitar 7 kilometer dengan kondisi berawan, dan di Banjarmasin sekitar 7 kilometer dengan kondisi cerah berawan.

Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak asap, untuk secara berkala memantau informasi kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi setempat.

Sejalan dengan imbauan Kementerian Kesehatan, apabila kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

 

Tags: #hotspot#kebakaran hutan dan lahan#Kementerian Kehutanan#operasi modifikasi cuaca

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Wamentan Sudaryono Kumpulkan Eksportir dan Perusahaan Refinery, Sepakat Bisnis Sawit Tetap Normal dan Harga TBS Dijaga

Wamentan Sudaryono Kumpulkan Eksportir dan Perusahaan Refinery, Sepakat Bisnis Sawit Tetap Normal dan Harga TBS Dijaga

30 Mei 2026
BPDP Bersama Ditjenbun dan PT SIB Perkuat Implementasi ISPO Pekebun Banten

BPDP Bersama Ditjenbun dan PT SIB Perkuat Implementasi ISPO Pekebun Banten

6 Juli 2026
35 Persen Distribusi Minyakita Wajib Lewat Bulog dan ID Food

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

25 Maret 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?