Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Kejar 24 Ton TBS, AKPY, BPDP dan Ditjenbun Dorong Produktivitas Sawit Bengkulu

4 Oktober 2026
in Budidaya, Headline
Kejar 24 Ton TBS, AKPY, BPDP dan Ditjenbun Dorong Produktivitas Sawit Bengkulu

Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Bengkulu-Dari sekitar 3 ton menjadi 24 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Lompatan produktivitas ini menjadi target peningkatan sawit rakyat di Bengkulu melalui optimalisasi kebun yang sudah ada, bukan perluasan lahan.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Provinsi Bengkulu memiliki areal sawit lebih dari 400.000 hektare. Namun, luas kebun tersebut belum sebanding dengan produktivitas. Karena itu, perbaikan budidaya, pemupukan, manajemen panen, pascapanen, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 151 pekebun dari Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.

Pelatihan pada 28 September–2 Oktober 2026 ini diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian. Peserta terdiri atas 112 pekebun Bengkulu Utara dan 39 pekebun Bengkulu Tengah.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan luas areal sawit menjadi potensi besar yang perlu diikuti peningkatan produktivitas.

“Dari luas perkebunan sawit yang ada di Provinsi Bengkulu lebih dari 400.000 hektare. Sekitar 100.000 hektare berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan sekitar 45.000 hektare berada di Kabupaten Bengkulu Tengah,” ujarnya.

Kejar 24 Ton TBS

Praktisi Kebun AKPY, Ir. Tri Haryadi, mengatakan pelatihan diarahkan untuk mendorong pekebun mencapai produktivitas minimal 24 ton TBS per hektare per tahun.

Dengan rendemen 24–25 persen, produktivitas tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 6 ton CPO per hektare per tahun.

Menurut Tri, target tersebut tidak cukup hanya mengandalkan bibit unggul. Tanaman membutuhkan pemupukan yang tepat, pemeliharaan sesuai standar GAP, serta manajemen panen yang baik.

“Bibit unggul sudah digunakan, tetapi produksinya tidak akan tercapai kalau pupuknya tidak cukup,” ujarnya.

Manajemen panen juga menjadi perhatian. Tri menyebut masih ada pekebun yang melakukan panen dua kali dalam sebulan. Padahal, rotasi panen perlu ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali sebulan dengan pembagian seksi dan jadwal yang lebih teratur.

Kematangan buah juga harus diperhatikan agar TBS dipanen pada waktu yang tepat, antara lain ditandai dengan brondolan alami.

SDM Jadi Kunci

Dr. M. Apuk Ismane, yang mewakili Ketua Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, mengatakan teknologi dan sarana produksi harus diikuti kemampuan SDM dalam mengelolanya.

“Teknologi dapat dibeli, mesin dapat diproduksi, infrastruktur dapat dibangun, tetapi kualitas SDM hanya dapat dibentuk melalui proses belajar yang berkelanjutan,” ujarnya.

Karena itu, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterima. Pengetahuan harus diterapkan di kebun dan memberikan dampak terhadap produktivitas.

Dari sekitar 3 ton menuju 24 ton TBS, peningkatan produktivitas sawit rakyat Bengkulu membutuhkan perbaikan menyeluruh, mulai dari budidaya, pemupukan, panen, pascapanen hingga penguatan SDM.

Target akhirnya bukan memperluas lahan, tetapi membuat kebun yang sudah ada menghasilkan lebih optimal.

Tags: #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta#Badan Pengelola Dana Perkebunan#Bengkulu#produktivitas#Tandan Buah Segar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Dorong Sekolah Aman dan Inklusif, MKKS Astra Agro Latih 120 Guru di Lamandau

Dorong Sekolah Aman dan Inklusif, MKKS Astra Agro Latih 120 Guru di Lamandau

13 Juli 2026
BPDP Dukung Riset untuk Keberlanjutan Industri Sawit

BPDP Dukung Riset untuk Keberlanjutan Industri Sawit

12 Februari 2026
Harga Referensi CPO Mei 2025 Turun 3,86 Persen

Pemerintah Pastikan Produksi CPO Cukup untuk Minyak Goreng dan Biodiesel

20 Maret 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?