Palmoil.id, Jakarta-Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksi sumbangan devisa negara dari industri kelapa sawit tahun 2026 mencapai Rp667 triliun.
“Estimasi kita devisa yang dihasilkan dari sektor sawit pada akhir tahun 2026 nanti Rp667 triliun,” kata Hadi Sugeng Sekretaris Jenderal GAPKI dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
Hadi menambahkan, sumbangan sawit terhadap devisa sampai Agustus 2026 mencapai USD 18,2 miliar atau Rp479 triliun. “Sedangkan tahun 2025 sekitar Rp406 triliun,” jelas dia.
Sementara itu, total ekspor produk minyak sawit hingga Agustus 2026 naik 2,9 persen dari tahun lalu 22,7 juta ton menjadi 23,4 juta ton.
“Hingga bulan Desember 2026 diperkirakan ekspor agak sedikit turun dari 32 juta ton pada tahun lalu menjadi 31 juta ton,” ujar Hadi.
Dia menjelaskan bahwa penurunan ekspor sawit tahun ini sebesar 3,8 persen lantaran adanya peningkatan serapan yang cukup besar untuk program biodiesel.
Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, nilai ekspor produk sawit mencapai USD 27,55 miliar, lebih tinggi 11,14 persen dari tahun 2025 sebesar USD 24,78 miliar.
Peningkatan nilai ekspor terjadi antara lain karena harga tahun 2026 yang relatif lebih baik. Rata-rata harga ekspor CPO selama Januari–Agustus 2026 tercatat USD 1.140 per ton, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.075 per ton.



