Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

OMC Dry Ice Bantu Kurangi Asap Karhutla di Sumsel

19 Oktober 2026
in Headline, Inovasi
OMC Dry Ice Bantu Kurangi Asap Karhutla di Sumsel

Dry ice di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Palembang-Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan dry ice di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Memasuki hari kedua operasi, kondisi jarak pandang di Palembang menunjukkan perbaikan berdasarkan pemantauan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera. Kondisi tersebut turut mendukung pelaksanaan operasi Satgas Udara dalam penanganan karhutla.

OMC dilaksanakan selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026. Penggunaan dry ice diarahkan untuk membantu melemahkan lapisan inversi atmosfer yang membuat asap tertahan dan menumpuk di dekat permukaan.

Lapisan inversi terjadi ketika udara yang lebih hangat berada di atas udara yang lebih dingin di dekat permukaan sehingga menghambat pergerakan udara ke atas dan menyebabkan asap serta polutan terperangkap di lapisan bawah atmosfer.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menjelaskan bahwa penggunaan dry ice dalam OMC kali ini secara khusus diarahkan untuk memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi.

“Dalam kondisi tertentu, asap karhutla dapat terperangkap di dekat permukaan akibat lapisan inversi. Melalui OMC menggunakan dry ice, kami mencoba memengaruhi kondisi atmosfer agar lapisan tersebut melemah dan pergerakan udara menjadi lebih baik. Dengan demikian, konsentrasi asap di dekat permukaan diharapkan dapat berkurang,” ujar Thomas, Sabtu (17/10/2026).

Pada hari pertama operasi, satu sortie penerbangan dilakukan dengan menyemai 800 kilogram dry ice di sekitar wilayah Palembang. Memasuki hari kedua, operasi dilanjutkan dengan rencana dua sortie penerbangan yang pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan perkembangan atmosfer.

Berdasarkan pemantauan, kondisi jarak pandang di Palembang pada Sabtu pagi menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Perbaikan jarak pandang tersebut membantu pelaksanaan operasi Satgas Udara. Namun, perkembangan ini masih terus dipantau dan dievaluasi bersama kondisi atmosfer selama pelaksanaan OMC.

OMC dilaksanakan secara adaptif mengikuti dinamika atmosfer. Apabila lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, operasi dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam (NaCl) untuk mendukung pembentukan hujan. Penentuan bahan semai dan pelaksanaan penerbangan disesuaikan dengan kondisi atmosfer yang berkembang.

“Operasi ini tidak menggunakan satu pendekatan untuk semua kondisi. Ketika lapisan inversi masih kuat, dry ice digunakan untuk membantu mengganggu kestabilan lapisan tersebut. Apabila kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan, penyemaian dapat dikombinasikan dengan NaCl. Setiap penerbangan disesuaikan dengan hasil pemantauan dan perkembangan cuaca,” lanjut Thomas.

Penanganan karhutla di Sumatera Selatan dilakukan secara terpadu. Satgas Darat, termasuk Manggala Agni, terus melakukan pemadaman untuk mengendalikan sumber api dan asap di lokasi kebakaran.

Satgas Udara mendukung penanganan dari udara, sementara OMC menjadi salah satu langkah pendukung untuk merespons kondisi atmosfer dan membantu mengurangi dampak asap.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa penanganan karhutla harus memperhitungkan dampak yang saat ini dirasakan masyarakat.

“Kami memahami bahwa asap karhutla sangat mengganggu masyarakat, mulai dari kualitas udara, kesehatan, kegiatan belajar, transportasi, hingga aktivitas sehari-hari. Karena itu, seluruh instrumen harus bekerja,” ujarnya.

Satgas Darat terus mengendalikan api di lapangan, sebagaimana Satgas Udara mendukung penanganan dari udara. Begitu juga dengan OMC dilakukan untuk membantu mengurangi dampak asap. Selain itu, penegakan hukum terus berjalan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.

“Semua berjalan pada porsinya masing-masing dan saling mendukung. Kami tidak ingin mendahului hasil. Yang terpenting saat ini adalah kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampak yang dirasakan masyarakat berkurang,” tegas Januanto.

Kementerian Kehutanan bersama BMKG, TNI, pemerintah daerah, dan para pihak terkait terus melakukan penanganan karhutla di Sumatera Selatan secara terpadu. Pencegahan dan pemadaman di lapangan tetap menjadi upaya utama untuk mengendalikan sumber kebakaran, didukung operasi udara dan OMC sesuai kondisi atmosfer.

Perkembangan kondisi kebakaran, jarak pandang, kualitas udara, dan dinamika atmosfer terus dipantau sebagai dasar evaluasi dan penentuan langkah penanganan berikutnya.

Tags: #BMKG#dry ice#kebakaran hutan dan lahan#Kementerian Kehutanan#operasi modifikasi cuaca#Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

DPR Minta Pemerintah Berikan Kepastian Hukum Bagi Pelaku Sawit Pasca Penertiban Kawasan Hutan

DPR Minta Pemerintah Berikan Kepastian Hukum Bagi Pelaku Sawit Pasca Penertiban Kawasan Hutan

19 Maret 2026
Serangga Punya Peran Penting dalam Kesehatan Perkebunan Sawit

Serangga Punya Peran Penting dalam Kesehatan Perkebunan Sawit

1 Mei 2025

Kuwait’s credit rating is cut amid concern over government finances

11 Oktober 2024

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?