Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

20 Oktober 2026
in Budidaya, Headline
130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

PT RPN dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) mengggelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi 130 pekebun Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Medan-Produktivitas kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh jumlah pupuk yang diberikan, tetapi juga oleh kesehatan tanah sebagai penopang pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.

Baca Juga

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

OMC Dry Ice Bantu Kurangi Asap Karhutla di Sumsel

Pemanfaatan pupuk organik menjadi salah satu upaya memperbaiki kondisi tanah sekaligus mendukung perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Divisi Produksi PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), Dr. Heri Santoso, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan pekebun dalam memahami teknik budidaya, termasuk pengelolaan kesuburan tanah. Pemahaman tersebut diperlukan agar produktivitas tanaman dapat dijaga secara berkelanjutan.

Pupuk organik memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyediakan unsur hara. Bahan organik dapat membantu memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.

Upaya tersebut diperkenalkan melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi 130 pekebun Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan PT RPN dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) ini berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Medan.

Pupuk Organik sebagai Bagian dari Perawatan Tanah

Pemanfaatan pupuk organik juga membuka peluang bagi pekebun untuk mengolah bahan yang tersedia di sekitar perkebunan menjadi pupuk yang bermanfaat.

Selain membantu memperbaiki kesuburan tanah, langkah ini dapat mengurangi bahan yang tidak termanfaatkan dan menekan sebagian kebutuhan input produksi.

Namun, penggunaan pupuk organik perlu dilakukan secara tepat. Pekebun harus memahami kualitas bahan baku, proses pengolahan, tingkat kematangan pupuk, serta cara aplikasinya sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Pupuk organik juga tidak serta-merta menggantikan seluruh kebutuhan pupuk anorganik. Keduanya perlu digunakan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi tanah, umur tanaman, produktivitas, dan ketersediaan unsur hara.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Ian Persada Bangun, mengingatkan pekebun agar mengubah pola pikir dalam pemupukan.

“Kita mengubah mindset dulu. Kita pahami seperti apa penggunaan pupuk yang baik, berimbang, dan benar antara pupuk organik dan anorganik,” ujarnya.

Menurut Ian, pemupukan harus didasarkan pada kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan perlu diterapkan langsung dalam pengelolaan kebun.

Membangun Kebun yang Produktif dan Berkelanjutan

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perkebunan agar pekebun mampu menerapkan praktik budidaya yang lebih baik. Peserta juga mendapat kesempatan melakukan kunjungan lapangan ke KPUD Lestari di Kabupaten Simalungun.

Melalui kegiatan tersebut, pekebun diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah, memanfaatkan bahan organik, dan menerapkan pemupukan secara efisien.

Dengan pengelolaan tanah yang lebih baik dan pemupukan yang tepat, produktivitas kebun diharapkan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Upaya ini sekaligus memperkuat fondasi perkebunan kelapa sawit rakyat yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#Kabupaten Simalungun#kelapa sawit#produktivitas#PT Riset Perkebunan Nusantara#pupuk organik#Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

RI Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

RI Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

13 Juli 2026
Forwatan Bersama Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Forwatan Bersama Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

18 Maret 2026
Wamendag: Ekspor Minyak Sawit RI ke Pakistan Terus Tumbuh

Wamendag: Ekspor Minyak Sawit RI ke Pakistan Terus Tumbuh

29 Januari 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?