Palmoil.id, Bali- Permintaan minyak sawit terus meningkat, hal ini tentu menjadi tantangan bagaimana Indonesia sebagai raksasa produsen untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas produksi sawit. Oleh karena itu, perlunya solusi yang inovatif, khususnya dalam teknologi.
Peneliti dari French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), Remi Vezy mengungkapkan dengan hasil panen yang tinggi dan kebutuhan lahan yang lebih sedikit dibandingkan tanaman lain, minyak sawit memiliki potensi luar biasa.
Namun, ia menekankan bahwa ada kesenjangan yang perlu diatasi untuk menjaga kestabilan lahan dan hasil panen. Salah satu solusi inovatif yang bisa mengubah lanskap pertanian kelapa sawit, yakni digital twin atau kembaran digital.
Vezy memperkenalkan konsep digital twin, yang memungkinkan simulasi dan representasi sistem fisik secara real-time. Dalam konteks kelapa sawit, digital twin dapat digunakan untuk memahami dinamika sistem pertanian yang kompleks.
“Konsep ini tidak hanya merepresentasikan kondisi saat ini, tetapi juga mampu mengidentifikasi tindakan yang diperlukan,” tuturnya.
Dengan menggunakan teknologi ini, para peneliti dapat memprediksi perilaku sistem penanaman dan menguji berbagai strategi manajemen. “Bayangkan jika kita bisa melakukan simulasi untuk pengelolaan sawit hanya dengan memasukkan data ke dalam komputer, ini adalah masa depan yang dapat kita raih,” kata Vezy.
Dengan kemampuan untuk mensimulasikan dan menguji tren pengelolaan, digital twin menjadi alat penting untuk memilih model terbaik dalam produksi kelapa sawit. Menurutnya, teknologi seperti digital twin memberikan harapan baru bagi produsen kelapa sawit agar lebih produktif.
“Kita harus memanfaatkan teknologi ini untuk mengidentifikasi peluang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang akan datang,” pungkas dia.



