Palmoil.id, Bali- Industri kelapa sawit Indonesia melibatkan 25 juta rumah tangga atau sekitar 40 persen dari industri sawit di Indonesia.
Maka dari itu, penting untuk mengenali bagaimana cara pengelolaan perkebunan kelapa sawit, salah satunya adalah pemanfaatan melalui serangga.
Dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Proteksi Tanaman, Purnama Hidayat mengungkapan bahwa serangga di perkebunan sawit membantu produksi. Bukan seperti yang selama ini dipikirkan serangga adalah hama.
Seperti kumbang dan semut yang sering kali dianggap sebagai hama oleh petani. Dalam studi yang dilakukan pada 24 perkebunan sawit masing-masing 8 fully managed, partially managed, dan swadaya, Purnama dan timnya menegaskan bahwa pandangan ini perlu direvisi.
“Fungsi mereka di lingkungan sangat penting. Mereka bukan hanya pengendali hama, tetapi juga pemangsa dan membantu aerasi tanah,” jelasnya dalam agenda International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) Series 2025 Day 2 di Bali Beach Convention, Bali, Kamis (13/02/2025).
“Kami perlu memahami peran serangga ini karena mereka adalah indikator utama untuk kesehatan sawit,” tambahnya.
Ini adalah fakta yang mengejutkan bagi banyak orang yang mungkin menganggap serangga tersebut sebagai ancaman. Dengan penelitian ini, Purnama berharap dapat mendorong petani untuk lebih memahami manfaat dari kehadiran serangga tersebut.
“Serangga ini bisa berfungsi sebagai pestisida alami, sehingga petani tidak perlu bergantung pada bahan kimia yang berbahaya,” serunya.
Pada era dengan keberlanjutan menjadi prioritas utama, mengetahui cara terbaik untuk mengelola perkebunan sawit tanpa merusak ekosistem adalah langkah krusial. “Kesehatan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya,” tutup Purnama.



