Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Wamendag: Ekspor Minyak Sawit RI ke Pakistan Terus Tumbuh

29 Januari 2026
in Headline, News
Wamendag: Ekspor Minyak Sawit RI ke Pakistan Terus Tumbuh

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Karachi- Pakistan merupakan negara tujuan strategis ekspor minyak sawit Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari posisi Pakistan yang menempati peringkat ketiga terbesar, setelah Tiongkok dan India, sebagai negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kegiatan Indonesian Palm Oil Networking Reception yang diselenggarakan di Karachi, Pakistan, Jumat (9/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan; Duta Besar RI Islamabad, Chandra W. Sukotjo; Direktur Perundingan Antar-Kawasan dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Natan Kambuno; dan Konsul Jenderal RI Karachi, Mudzakir. Dari pelaku usaha hadir antara lain Chairman Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA), Abdul Rasheed Jan Muhammad; Chairman Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA); Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono; dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Mufti Hamka St. Rajo Basa.

“Selama lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan tumbuh rata-rata delapan persen per tahun. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot peningkatan kerja sama perdagangan kedua pihak agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat luas di kedua negara,” jelas Wamendag Roro.

Dalam kegiatan ini, Indonesia memperkuat posisinya di pasar Pakistan melalui sektor minyak sawit dan kerja sama dagang jangka panjang dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Joint Trade Commission (JTC) Indonesia-Pakistan oleh Wamendag RI dan Menteri Perdagangan Pakistan.

Pembentukan JTC menandai babak baru hubungan dagang Indonesia-Pakistan yang lebih terstruktur dan terarah, sekaligus menjadi forum reguler untuk membahas promosi perdagangan, fasilitasi pelaku usaha, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyelesaian isu teknis perdagangan secara cepat dan terarah.

“Langkah ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke Pakistan pada Desember 2025, yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (I-P PTA) menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027,” jelas Wamendag Roro.

Wamendag Roro menerangkan, kedua negara juga memiliki kerja sama dalam kerangka IndonesiaPakistan Preferential Trade Agreement (I-P PTA) yang secara signifikan meningkatkan perdagangan bilateral, khususnya minyak sawit. Tren kenaikan ekspor Indonesia sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekspor minyak sawit.

“Selama beberapa dekade, minyak sawit telah menjadi landasan hubungan perdagangan kedua negara. Pakistan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di sektor minyak nabati. Para penyuling, pengolah, dan pelaku usaha Pakistan telah membangun hubungan jangka panjang dengan produsen Indonesia berdasarkan keandalan, efisiensi, dan kepercayaan,” ungkap Wamendag Roro.

Menurut Wamendag Roro, minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di Pakistan. Selama 15 tahun terakhir, impor minyak sawit secara konsisten mendominasi campuran minyak nabati Pakistan, melampaui kedelai, lobak, dan bunga matahari. Hal tersebut menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan untuk minyak sawit di Pakistan.

“Bagi Indonesia, Pakistan merupakan negara yang penting. Di saat ketidakpastian global, baik itu gangguan pengiriman, volatilitas harga komoditas, atau tantangan rantai pasokan, Indonesia terus menjadi pemasok minyak sawit yang stabil. Indonesia konsisten memasok 85–89 persen dari total impor minyak sawit Pakistan. Hal ini menjadi bukti keandalan Indonesia dan bentuk kepercayaan importir Pakistan,” terang Wamendag Roro.

Terkait kebijakan biodiesel domestik Indonesia, Wamendag Roro menjelaskan, Indonesia memperkuat mandat biodieselnya, termasuk persiapan menuju program B50 pada 2026, sebagai bagian dari strategi keamanan energi.

“Namun, seluruh kebijakan biodiesel Indonesia, termasuk program B50, tidak akan mengganggu ekspor minyak sawit,” tegas Wamendag Roro.

Menurutnya, Indonesia dengan cermat melakukan kalibrasi tata kelola minyak sawit untuk memastikan alokasi yang seimbang antara penggunaan domestik dan ekspor.

Kapasitas produksi yang kuat, peningkatan produktivitas, dan manajemen stok yang bijaksana diharapkan dapat memastikan ketersediaan ekspor tetap stabil, dapat diprediksi, dan mencukupi, khususnya untuk mitra lama seperti Pakistan.

Lebih jauh, dalam isu keberlanjutan, Pemerintah Indonesia berkomitmen terus memperkuat tata kelola sektor minyak sawit melalui sertifikasi keberlanjutan dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), memodernisasi sistem ketertelusuran, meningkatkan kepatuhan hukum, dan memperluas sertifikasi keberlanjutan nasional.

Berbagai langkah ini mencerminkan tekad Indonesia melindungi hutan, mendukung masyarakat, dan membentuk sistem produksi yang lebih baik.

Wamendag Roro menyimpulkan, minyak sawit Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan. Namun, banyak beredar informasi yang salah tentang minyak sawit Indonesia, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang konstruktif, termasuk antara asosiasi terkait.

Oleh karena itu, Indonesia menyambut baik kerja sama asosiasi kedua negara yang tertuang dalam Nota Kesepahaman antara GAPKI dengan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) dan Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA), yang juga ditandatangani dalam kesempatan ini.

Kemitraan yang berfokus pada pendidikan publik dan kesadaran positif tentang minyak sawit di Pakistan ini, mewakili komitmen bersama untuk mempromosikan narasi berbasis fakta, seimbang, dan berwawasan ke depan tentang minyak sawit Indonesia.

“Minyak sawit lebih dari sekadar komoditas. Minyak sawit merupakan jembatan yang menghubungkan perekonomian, memperkuat industri, dan memperdalam hubungan antarmasyarakat. Saat kita menatap masa depan, Indonesia siap memastikan pasokan minyak sawit yang stabil, andal, dan berkelanjutan bagi Pakistan, sebagaimana Pakistan secara konsisten mendukung Indonesia selama beberapa dekade,” kata Wamendag Roro.

Sementara, Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan menyatakan, Indonesia merupakan mitra strategis Pakistan.

“Ke depan, kami menginginkan kerja sama yang makin kuat dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap, kemudahan dalam berbisnis dengan Indonesia makin terbuka,” tambahnya.

Tags: #Dyah Roro Esti Widya Putri#ekspor#Indonesia#minyak sawit#Pakistan#Wakil Menteri Perdagangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat PSR hingga Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat PSR hingga Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

24 Juli 2026
Mentan: Yordania Siap Impor CPO Besar besaran dari Indonesia

Mentan: Yordania Siap Impor CPO Besar besaran dari Indonesia

29 April 2025
Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

18 Maret 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?