Palmoil.id, Jakarta-Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menilai Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) belum memenuhi target pemerintah pada tahun 2025 yaitu seluas 120.000 hektare (ha).
Berdasarkan data DPP APKASINDO, tercatat usulan PSR tahun 2025 yang mendapatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sekitar 40.000 ha (33%) dari total target 120.000 ha di tahun 2025.
“Walaupun masih jauh dibawah target yang ditetapkan, realisasi di tahun 2025 mengalami peningkatan dari tahun 2024 yang hanya mencapai 38.000 (31%) dari total target 120.000 ha,” ungkap ata Ketua Umum APKASINDO Gulat Manurung dalam keterangan resminya, Mnggu (18/01/20226).
Gulat menjelaskan, penyebab utamanya rendahnya realisasi program PSR adalah persyaratan, lemahnya pendampingan, koordinasi lintas Kementerian Kehutanan dan ATR/BPN, serta sawit dalam kawasan hutan.
Dalam perjalanan BPDP selama 2025 APKASINDO menilai belum optimal untuk kepentingan khusus petani sawit, utamanya terkait kegiatan PSR dan Sarpras (alsintan, pupuk, dan sarana jalan kebun).
“Indikator ini dapat dilihat dari capaian target PSR sejak 2017, terkhusus target PSR tahun 2025 masih di bawah 40%,” ujar Gulat.
Berdasarkan survey yang dilaksanakan oleh DPP APKASINDO (2024), produktivitas perkebunan sawit rakyat masih rendah. Rerata produksi TBS petani sawit bermitra hanya 0,82-1,6 ton TBS/Ha/bulan dengan produksi CPO/tahun sebesar 2,1-2,4 ton/ha.
Lebih tragis lagi dengan produksi perkebunan sawit petani swadaya, dimana produksi TBS-nya hanya 0,6-1,1 ton TBS/Ha/bulan dan produksi CPO nya hanya 1,2-1,6 ton CPO/tahun.
“Berdasarkan data produksi ini diketahui bahwa produksi kebun sawit bermitra dua kali lebih rendah dari potensi idealnya dan perkebunan sawit petani swadaya tiga kali lebih rendah dari potensi idealnya,” kata Gulat.
Sedangkan bagi petani sawit yang sudah mengikuti Program PSR melalui Dana BPDP. Menurut Gulat, para petani telah mendapatkan produksi yang optimal, terkhusus PSR 2017 dan 2018 dengan kompilasi data berjenjang ortogonal.



