Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Fastrex IPB Bisa Angkut 15 Ton TBS per Hari, Setara 7 Orang

18 Maret 2026
in Headline, Inovasi
Fastrex IPB Bisa Angkut 15 Ton TBS per Hari, Setara 7 Orang

Kendaraan transporter tandan buah segar (TBS) yang dinamai Fastrex/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Bogor-Para inovator IPB University terus berinovasi mengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan). Salah satunya Prof Desrial, Pakar Teknik Mesin Pertanian IPB University, yang berhasil menciptakan sejumlah alsintan yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi Indonesia.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Untuk di perkebunan kelapa sawit, ia merancang kendaraan transporter tandan buah segar (TBS) yang dinamai Fastrex. Alat ini disiapkan secara khusus untuk kondisi perkebunan sawit Indonesia yang memiliki kontur lahan dan karakter tanah beragam.

“Fastrex terbukti mampu meningkatkan efisiensi transportasi hasil panen, mengurangi beban kerja manual pekerja, serta meningkatkan produktivitas perkebunan, dengan kinerja 10-15 ton TBS per hari atau setara 5-7 orang dengan alat angkut angkong,” ujar Prof Desrial dalam keterangan resminya, Sabtu (07/2/2026).

Lebih jauh, inovasi ini telah berhasil dikomersialkan, menjadi bukti keberhasilan hilirisasi riset teknik mesin menjadi produk industri mesin pertanian nasional.

Selain itu, ia juga mengembangkan traktor pintar dan teknologi otomasi pertanian presisi berbasis sistem navigasi dan kendali otomatis. Teknologi ini memungkinkan lintasan kerja yang lebih presisi, efisiensi penggunaan input produksi, serta mengurangi ketergantungan pada operator terampil.

“Inovasi tersebut menjadi fondasi penting menuju penerapan pertanian digital dan pertanian cerdas di Indonesia,” ucapnya.

Dalam konteks global, ia menjelaskan bahwa China saat ini merupakan negara dengan produksi alsintan terbesar di dunia. Namun dari sisi penguasaan teknologi, Amerika Serikat masih menempati posisi terdepan dalam pengembangan alat dan mesin pertanian.

“Di kawasan Asia, India menjadi contoh menarik karena berhasil menjadi produsen alsintan terbesar ketiga di dunia, didorong oleh kebutuhan domestik yang besar dan skala produksi yang masif,” paparnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebagai negara agraris dengan wilayah yang luas, ia menilai Indonesia masih belum optimal dalam mengembangkan industri alsintan. Hingga kini, sebagian besar mesin pertanian masih bergantung pada impor, terutama pada komponen utama seperti mesin penggerak (engine).

Oleh sebab itu, sejumlah inovasi yang ia kembangkan tak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga penting untuk memperkuat industri alsintan nasional yang hingga kini masih bertumpu pada impor.

Meski demikian, ia menilai Indonesia sebenarnya tidak kalah dari sisi sumber daya dan kemampuan rekayasa.

“Tantangan utama terletak pada penguatan ekosistem industri, keberpihakan kebijakan, serta peningkatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah agar pabrikan lokal mesin pertanian mampu berkembang dan bersaing,” ucapnya.

 

Tags: #Fastrex#IPB University#kelapa sawit#perkebunan#Tandan Buah Segar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kepala Bapanas Temukan Harga Minyakita Offside, Dijual Rp18.000 per Liter

Kepala Bapanas Temukan Harga Minyakita Offside, Dijual Rp18.000 per Liter

12 Februari 2026
Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel 15,65 Juta KL pada 2026

DPR Pastikan B50 Dijalankan Bikin Hemat Devisa Negara

1 Juli 2026
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan Teknis Budidaya untuk Tingkatan Produktivitas Sawit Rakyat

AKPY, BPDP dan Ditjenbun Gelar Pelatihan Teknis Budidaya untuk Tingkatan Produktivitas Sawit Rakyat

12 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?