Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Dorong Kemandirian Energi, Kementan Gaspol Hilirisasi Pertanian untuk Pengembangan Biofuel dan Bioetanol

1 April 2026
in Headline, News
Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel 15,65 Juta KL pada 2026

biodiesel/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta– Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat hilirisasi sektor pertanian melalui penguatan biofuel dan bioetanol sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong energi berbasis sumber daya dalam negeri.

“Pada saat kita rapat minggu lalu sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan, beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat,” kata Mentan Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, setelah sektor pangan dinilai kuat, pemerintah kini mengarahkan langkah pada kemandirian energi melalui biofuel dan bioetanol.

“Pangan selesai. Jadi alhamdulillah bulan suci Ramadan bukan harga beras yang menjadi penyumbang inflasi. Yang kedua adalah janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton,” ucapnya.

Selain biofuel, Kementan juga mendorong pengembangan bioetanol sebagai sumber energi baru berbasis pertanian melalui program E20.

“Yang ketiga, mimpi kita E20. Apa itu E20? Etanol dan campuran bensin. Dari mana? Jagung, ubi kayu, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi bahan baku bioetanol yang besar, termasuk dari produk samping industri gula. “Bahan baku kita yang kita ekspor itu ada 1 juta ton. Itu molase, tetes. Ini bisa dijadikan etanol,” ujarnya.

Untuk itu, Mentan Amran menekankan pentingnya kerja bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus energi. “Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menambahkan bahwa sektor pertanian kini berperan strategis dalam mendukung transisi menuju kemandirian energi nasional.

“Swasembada pangan sudah kita raih, dan insyaallah kita akan bergeser. Salah satunya adalah kemandirian energi, di mana pertanian menyumbang dari sisi bioenerginya,” ucap Sudaryono.

Untuk mempercepat implementasi, Kementan memperkuat kolaborasi dengan BUMN pangan sebagai motor penggerak hilirisasi di lapangan. Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, mengungkapkan dukungannya terhadap akselerasi hilirisasi pertanian untuk mendukung kemandirian energi.

”Kita sudah berkoordinasi rapat dengan Mentan terkait tindak lanjut arahan Presiden bahwa BUMN memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Kementerian Pertanian sebagai pembina sektor. Kita akan meng-unlock beberapa potensi-potensi yang ktia bisa lakukan di beberapa BUMN untuk memastikan kita menjadi lebih mandiri, lebih independen,” terangnya.

Dengan akselerasi biofuel dan bioetanol ini, pemerintah menargetkan kemandirian energi berbasis pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan kesejahteraan petani.

Melalui sinergi Kementerian Pertanian, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan, program hilirisasi diharapkan berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga Indonesia semakin tangguh menghadapi dinamika global.

 

Tags: #bioetanol#biofuel#hilirisasi#kemandirian energi#Kementerian Pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Petani Sumrigah, Harga TBS Sumut Alami Peningkatan

Petani Sumrigah, Harga TBS Sumut Alami Peningkatan

22 Mei 2025
I-EU CEPA Berpeluang Kerek Ekspor Sawit-Kopi ke Eropa

I-EU CEPA Berpeluang Kerek Ekspor Sawit-Kopi ke Eropa

18 Oktober 2026
Pakar Universitas Indonesia: Penyebab Utama Karhutla Adalah Perilaku Manusia

Pakar Universitas Indonesia: Penyebab Utama Karhutla Adalah Perilaku Manusia

26 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?