Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

IPB–TSE Ungkap Hasil Riset Konservasi Cenderawasih dan Kura-kura Moncong Babi di Papua Selatan

18 Maret 2026
in Headline, Lingkungan
IPB–TSE Ungkap Hasil Riset Konservasi Cenderawasih dan Kura-kura Moncong Babi di Papua Selatan

IPB University bersama Tunas Sawa Erma (TSE) Group kerja sama riset konservasi habitat Cenderawasih Kuning-Besar dan Kura-kura Moncong Babi/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Bogor-Penelitian jangka panjang selama empat tahun yang dilakukan IPB University bersama Tunas Sawa Erma (TSE) Group menunjukkan bahwa pengelolaan hutan produksi dan lanskap sungai secara bertanggung jawab masih mampu menjaga keberlangsungan habitat Cenderawasih Kuning-Besar dan Kura-kura Moncong Babi di Papua, meski dihadapkan pada tantangan perubahan iklim.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Temuan tersebut terungkap dari Seminar dan Lokakarya Konservasi Hidupan Liar bertema Melindungi Ikon Papua: Pemantauan Jangka Panjang Kura-kura Moncong Babi dan Cenderawasih yang digelar di Bogor, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini sekaligus memaparkan hasil kerja sama riset IPB University dan TSE Group yang telah berlangsung sejak 2022.

Dalam konteks konservasi burung endemik, penelitian terhadap Cenderawasih Kuning-Besar menunjukkan spesies tersebut masih ditemukan secara konsisten di areal hutan produksi yang dikelola dengan sistem tebang pilih.

Selama periode penelitian, lebih dari 100 individu teridentifikasi di dua konsesi hutan, dengan sebagian wilayah dinilai memiliki tingkat kesesuaian habitat yang tinggi.

Selain mencatat keberadaan populasi, tim peneliti juga mendokumentasikan perilaku kawin (lekking) serta mengidentifikasi pohon pakan dan pohon lek yang menjadi elemen kunci dalam menjaga kelangsungan populasi Cenderawasih Kuning-Besar.

Peneliti Cenderawasih IPB University, Prof. Dr. Ani Mardiastuti, mengatakan hasil riset ini menegaskan bahwa pengelolaan hutan produksi yang mempertahankan area bernilai konservasi tinggi (HCV) dan menerapkan tebang pilih berkelanjutan dapat berkontribusi nyata terhadap konservasi burung endemik Papua.

“Area hutan produksi yang dikelola secara bertanggung jawab tetap mampu mendukung keberadaan Cenderawasih, bahkan berpotensi dikembangkan untuk kegiatan ekowisata berbasis pengamatan burung,” ujarnya.

Sementara itu, tantangan berbeda muncul pada spesies perairan tawar. Penelitian terhadap Kura-kura Moncong Babi menunjukkan bahwa perubahan iklim menjadi faktor yang semakin memengaruhi keberhasilan reproduksi satwa tersebut.

Curah hujan ekstrem dan banjir di kawasan Sungai Kao tercatat menyebabkan kegagalan peneluran pada beberapa periode pengamatan. Kondisi ini menegaskan bahwa upaya konservasi tidak hanya bergantung pada perlindungan habitat, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap dinamika iklim.

Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, Peneliti Kura-kura Moncong Babi IPB University menekankan pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memahami dampak anomali cuaca terhadap siklus hidup satwa.

“Pemantauan jangka panjang sangat penting untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap keberhasilan peneluran. Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan,” katanya.

Dari sisi pelaku usaha, hasil riset ini dipandang sebagai dasar penguatan praktik pengelolaan yang bertanggung jawab. Direktur TSE Group Wicklief F. Leunufna menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar merupakan bagian dari komitmen perusahaan di wilayah operasional.

 

“Melalui kerja sama riset dengan IPB University, kami berupaya memastikan kegiatan operasional berjalan sejalan dengan upaya konservasi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Lebih jauh, seminar dan lokakarya ini tidak hanya menjadi forum pemaparan hasil riset, tetapi juga ruang diskusi lintas sektor. Forum tersebut mengidentifikasi peluang dan tantangan pemantauan jangka panjang serta merumuskan rekomendasi teknis dan kebijakan berbasis sains untuk pengelolaan spesies dilindungi di Papua.

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Dodik Ridho Nurrochmat, berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.

“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga wadah strategis untuk memperoleh arahan dan masukan pemangku kepentingan agar penelitian selaras dengan kebutuhan kebijakan yang solutif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo menilai penelitian berbasis data ilmiah penting sebagai dasar pengambilan kebijakan publik. Menurut dia, riset yang kredibel diperlukan agar keputusan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, riset IPB University dan TSE Group mencakup pemantauan populasi satwa liar, perlindungan area bernilai konservasi tinggi, serta penyusunan rekomendasi teknis bagi pengelolaan spesies kunci.

Temuan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain dalam memperkuat konservasi satwa liar dan ekosistem Papua di tengah tekanan perubahan iklim.

Tags: #Cenderawasih#IPB University#Kura-kura Moncong Babi#riset#Tunas Sawa Erma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Musim Mas Luncurkan Program SOPRI Untuk Dukung 400 Pekebun Swadaya

Musim Mas Luncurkan Program SOPRI Untuk Dukung 400 Pekebun Swadaya

2 Mei 2025
SMART Research Institute Temukan Benih Sawit Tahan Kekeringan

SMART Research Institute Temukan Benih Sawit Tahan Kekeringan

1 Mei 2025
Harga CPO Jatuh di Awal Januari 2026

Ekspor Sawit RI Naik 7 Persen pada Februari 2026

30 April 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?