Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Catat! Nilai Ekonomi Sawit Bisa Tembus Rp5.000 Triliun

19 Maret 2026
in Budidaya, Headline
Tekan Emisi arbon, Astra Agro Gunakan Digitalisasi dan Tentara Serangga Pengendali Hama

perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari Tbk/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi global.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar, Minggu (15/2/2026).

Forum ini menjadi momentum konsolidasi pengusaha muda dari seluruh Indonesia untuk memperkuat peran strategis dunia usaha dalam menopang transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah dan industrialisasi komoditas dalam negeri.

Dalam paparannya Mentan Amran menegaskan bahwa satu tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diwarnai fokus besar pada ketahanan pangan, ketahanan energi, serta deregulasi untuk mempercepat investasi dan produksi nasional.

Mentan Amran mengisahkan dinamika awal penugasannya di kabinet. Ia diminta Presiden untuk mempercepat target swasembada pangan dari empat tahun menjadi tiga tahun, bahkan sempat diarahkan menjadi satu tahun.

“Negara kita ini negara besar, penduduknya 286 juta. Kalau satu tahun hampir pasti tidak bisa tercapai kalau tidak ada dukungan penuh kebijakan,” tegasnya.

Namun, di tengah tekanan perubahan target dan ancaman El Nino, kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan membuahkan hasil. Pada 7 Januari 2026, diumumkan Indonesia  mencapai swasembada dalam waktu tercepat sepanjang sejarah.

Menurut Mentan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan kebijakan strategis, sinergi lintas kementerian, serta partisipasi dunia usaha, termasuk HIPMI.

“Ini bukan saya. Ini kita semua. HIPMI mengambil bagian dalam pencapaian yang kita lihat hari ini,” katanya.

Data menunjukkan produksi dan stok beras nasional berada pada posisi tertinggi sepanjang Indonesia merdeka.

Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan 10,52 persen dan menjadi salah satu penopang utama PDB nasional. Bahkan, Indonesia memperoleh dua penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) atas kontribusi memperkuat sistem pangan global dalam waktu satu tahun.

Mentan Amran menegaskan bahwa fase berikutnya adalah hilirisasi besar-besaran sektor pertanian dan perkebunan dengan total dukungan anggaran hingga Rp371 triliun dalam tiga tahun ke depan.

“Hilirisasi itu bukan pilihan, tapi keharusan. Kita punya bahan baku terbesar dunia, tapi nilai tambahnya dinikmati negara lain. Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.

Mentan mengungkapkan Indonesia menjadi nomor satu kelapa terbesar dunia. Harga kelapa Rp1.350, dan menurutnya jika dilakukan hilirisasi jadi coconut milk, coconut water, dan turunannya, nilainya bisa naik 100 kali lipat.

“Kita ini nomor satu kelapa terbesar dunia. Harga kelapa kita Rp1.350. Kalau kita hilirisasi jadi coconut milk, coconut water, dan turunannya, nilainya bisa naik 100 kali lipat. Ekspor kita Rp24 triliun, kalau diolah bisa jadi Rp2.400 triliun, bahkan Rp5.000 triliun,” ungkap dia.

Ia juga menyoroti gambir yang 80 persen bahan bakunya dikuasai Indonesia, namun pengolahannya masih dilakukan di luar negeri.

“Sedihnya gambir kita diekspor, diolah di luar, lalu dijual kembali ke dunia. Potensinya Rp5.000 triliun. Kita mau berubah atau tidak?” katanya.

Pada komoditas CPO, Indonesia menguasai 60–70 persen pasar dunia. Dengan strategi penguatan biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambahnya dinilai bisa melonjak signifikan.

“Kalau harga CPO rendah kita serap jadi biofuel dalam negeri, kalau tinggi kita ekspor. Kita bisa mainkan dunia. Sekarang nilainya Rp549 triliun, bisa jadi Rp1.500 triliun, bahkan Rp5.000 triliun kalau hilirisasi penuh,” ujarnya.

Mentan Amran lebih lanjut menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi dan transformasi ekonomi sangat bergantung pada keberanian generasi pengusaha muda.

“HIPMI, Anda yang menentukan republik ini lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan. Perputaran ekonomi republik ini ada di pengusaha,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa lompatan hanya terjadi jika ada perubahan cara kerja dan keberanian keluar dari zona nyaman. Mengutip Albert Einstein, Amran menyampaikan, “Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.” kutipnya.

Menurutnya, organisasi atau individu yang bekerja biasa-biasa saja namun mengharapkan hasil luar biasa, tidak akan pernah mencapai lompatan besar.

“Hari ini kita sudah doa paling tinggi. Sekarang saatnya bertindak paling tinggi. Doa, mimpi besar, tindakan besar, dan konsisten, itu kunci keberhasilan,” tegasnya.

Kementerian Pertanian juga membuka peluang konkret bagi pelaku usaha muda, mulai dari cetak sawah baru, pengembangan kakao hampir satu juta hektare dengan dukungan anggaran Rp10 triliun, hingga pembangunan pabrik kelapa senilai Rp1,5 triliun per unit melalui skema kolaborasi pembiayaan.

Mentan Amran mengajak HIPMI untuk tidak terjebak dalam pola lama “maju dua langkah, mundur dua langkah, seperti poco-poco”.

Ia menekankan bahwa Indonesia harus keluar dari middle income trap melalui keberanian kebijakan dan konsistensi hilirisasi.

“Kalau tiga komoditas saja kita hilirisasi serius, kelapa, gambir, dan CPO, itu bisa 15.000 sampai 20.000 triliun. Itu setara tujuh tahun APBN. Ini bukan mimpi. Ini soal kita mau atau tidak,” pungkasnya.

Momentum SDP HIPMI 2026 pun menjadi panggung konsolidasi sekaligus panggilan aksi bagi pengusaha muda Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan transformasi ekonomi nasional berbasis hilirisasi.

Tags: #Andi Amran Sulaiman#CPO#ekspor#hilirisasi#Indonesia#Menteri Pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Harga Biodiesel Desember 2024 Naik Menjadi Rp14.389 per Liter

Implementasi Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂

10 Juli 2026
Wilmar Bagikan Filter Air ke Desa Binaan di Kotim

Wilmar Bagikan Filter Air ke Desa Binaan di Kotim

15 Januari 2026
Manggala Agni Kemenhut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh

Manggala Agni Kemenhut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh

27 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?