Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Kementan Perkuat Sawit Rakyat, PSR dan Sarpras Jangkau 21 Provinsi

25 Maret 2026
in Budidaya, Headline
Wilmar Targetkan 11.700 Petani Swadaya Raih Sertifikasi ISPO

Petani kelapa sawit binaan Wilmar/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menggelar penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) Dana Dukungan Manajemen Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 bersama satuan kerja (satker) daerah sentra sawit (4/3).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi dan produktivitas sawit nasional, sekaligus memperkuat tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa Program Sarana dan Prasarana (Sarpras) Perkebunan Kelapa Sawit merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung penguatan sektor hulu sawit, khususnya bagi pekebun rakyat.

Program tersebut mencakup sembilan jenis bantuan, yaitu ekstensifikasi, intensifikasi, alat pascapanen, unit pengolahan hasil, pembangunan dan peningkatan jalan kebun serta tata kelola air, alat transportasi, mesin pertanian, infrastruktur pasar, serta sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Melalui dukungan sarana dan prasarana ini, kami ingin memastikan pekebun memiliki akses terhadap fasilitas produksi yang lebih baik sehingga produktivitas kebun dapat meningkat secara signifikan,” ujar Roni.

Dikatakan Roni, pada tahun 2026, kegiatan Sarpras Kelapa Sawit dialokasikan untuk 125 satker yang tersebar di 21 provinsi dan 104 kabupaten/kota sentra perkebunan kelapa sawit. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan mengusulkan rekomendasi teknis (rekomtek) kegiatan Sarpras.

Lebih lanjut, Roni menuturkan selain penguatan sarana dan prasarana, pemerintah juga terus mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mengganti tanaman sawit tua atau tidak produktif dengan tanaman unggul yang lebih efisien dan berdaya hasil tinggi.

Menurut Roni, sejak diluncurkan pada 2017, program PSR telah dilaksanakan di 21 provinsi dan 148 kabupaten sentra kelapa sawit. Pada tahap pertama tahun 2026, pemerintah menargetkan peremajaan seluas 50.000 hektare.

Sebagai informasi, berdasarkan data hingga 25 Februari 2026, realisasi penerbitan rekomendasi teknis PSR oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak 2017 hingga 2025 telah mencapai 417.008 hektare.

Adapun progres fisik peremajaan menunjukkan pembukaan lahan (tumbang chipping) mencapai 310.138 hektare atau sekitar 75 persen, sementara progres penanaman mencapai 290.701 hektare atau sekitar 70 persen.

Roni menambahkan, luas perkebunan kelapa sawit nasional saat ini mencapai lebih dari 16,83 juta hektare, dengan sekitar 41 persen di antaranya dikelola oleh pekebun rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan industri sawit Indonesia sangat ditentukan oleh produktivitas kebun rakyat.

Namun demikian, Roni mengungkapkan upaya peningkatan produktivitas masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya minat pekebun memanfaatkan program, kendala pemenuhan persyaratan administrasi seperti legalitas lahan dan foto udara, serta kesiapan kelembagaan pekebun yang masih perlu diperkuat.

Menurut Roni, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi pekebun, serta para petani sebagai pelaku utama di lapangan.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pihak agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas sawit rakyat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kelapa sawit memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional, baik dari sisi devisa maupun penyerapan tenaga kerja.

“Kelapa sawit adalah komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, Kami terus memperkuat dukungan kepada pekebun melalui berbagai program yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha perkebunan,” ujar Amran.

Mentan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam mendorong percepatan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun rakyat.

Tags: #Indonesian Sustainable Palm Oil#kelapa sawit#Kementerian Pertanian#Peremajaan Sawit Rakyat#perkebunan#Sarana dan Prasarana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Presiden Prabowo: RI Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori Biodiesel B50

Presiden Prabowo: RI Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori Biodiesel B50

10 Juli 2026
Hotspot Nasional Turun 84 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat

Hotspot Nasional Turun 84 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat

18 Oktober 2026
Wilmar Dukung Nelayan Lewat Bantuan Peralatan Tangkap Ikan

Wilmar Dukung Nelayan Lewat Bantuan Peralatan Tangkap Ikan

10 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?