Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Januari–Februari 2026, Ekspor CPO Tembus USD4,69 Miliar

2 April 2026
in Headline, News
Tekan Emisi arbon, Astra Agro Gunakan Digitalisasi dan Tentara Serangga Pengendali Hama

perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari Tbk/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta– Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada periode Januari–Februari 2026 sebesar USD4,69 miliar atau terjadi peningkatan signifikan sebesar 26,40 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, menjelaskan perkembangan kinerja ekspor komoditas unggulan pada awal tahun 2026.

“Kinerja ekspor komoditas unggulan selama bulan Januari-Februari tahun 2026, antara lain nilai ekspor CPO dan turunannya naik cukup tinggi yaitu sebesar 26,40 persen secara kumulatif,” kata Ateng, Rabu (1/4/2026).

Secara rinci, nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar USD4,69 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD3,71 miliar.

Dari sisi volume, ekspor CPO dan turunannya juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 3,33 juta ton pada Januari–Februari 2025 menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama tahun 2026.

Peningkatan ekspor CPO dan turunannya ini turut berkontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan positif. “Ekspor nonmigas tercatat naik sebesar 2,82 persen (year on year) dengan nilai sebesar USD42,35 miliar,” jelasnya.

Ateng menambahkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor nonmigas, termasuk dari komoditas berbasis sawit.

“Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari sampai dengan Februari tahun 2026 dengan andilnya sebesar 5,36 persen,” ucapnya.

Selain CPO dan turunannya, peningkatan ekspor industri pengolahan juga didorong oleh komoditas lain seperti nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan komponen elektronik, serta kimia dasar organik berbasis hasil pertanian.

Sementara itu, dari sisi sektoral, kontribusi ekspor nonmigas pada Februari 2026 didominasi oleh industri pengolahan sebesar USD18,55 miliar, diikuti sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD2,15 miliar, serta sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan sebesar USD0,39 miliar.

“Pada bulan Februari tahun 2026 total ekspor nonmigas sebesar USD21,09 miliar dan jika dirinci menurut sektornya, pertanian, perikanan, dan kehutanan berkontribusi sebesar USD0,39 miliar. Sektor pertambangan dan lainnya USD2,15 miliar dan industri pengolahan sebesar USD18,55 miliar,” paparnya.

Dengan kinerja tersebut, CPO dan produk turunannya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan yang menopang pertumbuhan ekspor Indonesia di awal tahun 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa peningkatan ekspor CPO dan turunannya tidak terlepas dari upaya penguatan hilirisasi sektor pertanian yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Ke depan Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus memperkuat ekosistem produksi, pengolahan, hingga pemasaran komoditas strategis guna meningkatkan nilai tambah serta memperkokoh ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.

“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan. Dan ini harus terus kita dorong hilirisasinya,” ungkap Mentan Amran.

 

Tags: #2026#Badan Pusat Statistik#CPO#ekspor#Februari#Januari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kurangi Efek Gas Rumah Kaca, Astra Agro Raih The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025

Kurangi Efek Gas Rumah Kaca, Astra Agro Raih The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025

2 Mei 2025

Big banks are raising salaries for junior staff to counter burnout

8 Oktober 2024
Bahlil: Mandatori Biodiesel Perkuat Ketahanan Energi, Targetkan Stop Impor Solar 2026

Targetkan Setop Impor Solar, Bahlil: B50 Dimulai 1 Juli

21 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?