Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Astra Agro Goes to Campus, Berbagi Praktik Sawit Berkelanjutan di Universitas Andalas

7 Juni 2026
in Budidaya, Headline
Astra Agro Goes to Campus, Berbagi Praktik Sawit Berkelanjutan di Universitas Andalas

Direktur Agronomy and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Dr. Bandung Sahari/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Padang – PT Astra Agro Lestari Tbk berbagi pengalaman dan pemahaman tentang industri kelapa sawit Indonesia kepada para mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Pengelolaan komoditas strategis nasional ini harus mampu menjawab tantangan masa depan melalui praktik-praktik keberlanjutan.

Direktur Agronomy and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Dr. Bandung Sahari yang hadir sebagai pemateri memaparkan tentang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam mengoperasikan perkebunan kelapa sawit.

Adapun materi utama yang diulas mengenai pendekatan modern dalam mengelola organisme pengganggu tanaman secara efektif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Menurut Bandung, industri sawit Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi, kebutuhan minyak nabati dunia terus meningkat seiring pertumbuhan populasi global. Di sisi lain, industri dituntut untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap mendukung aspek pelestarian lingkungan dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.

“Ke depan, tantangan industri sawit ialah mampu menghasilkan produksi yang tinggi sekaligus menjaga ekosistem perkebunan agar tetap mengedepankan biodiversitas. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan penerapan prinsip keberlanjutan, inovasi teknologi, dan pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Bandung, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan hama merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit. Namun dalam praktik modern, pengendalian hama tidak lagi semata-mata mengandalkan penggunaan pestisida, melainkan dilakukan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengedepankan keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan teknologi.

Astra Agro juga memanfaatkan musuh alami dari predator, parasitoid maupun entomopatogen dalam pengendalian hayati sehingga terjadi keseimbangan dan tidak mencemari lingkungan dalam mengendalikan hama.

Dalam pengelolaan hama, Astra Agro mengedepankan sistem deteksi dini (Early Warning System) yang memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan populasi hama secara cepat dan akurat sebelum berkembang menjadi serangan yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman.

Bandung menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan hama sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kondisi ekosistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, Astra Agro secara konsisten mengembangkan pendekatan biologis yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan musuh alami dan agen hayati.

Salah satunya adalah pemanfaatan serangga predator Sycanus untuk mengendalikan populasi ulat pemakan daun yang menjadi salah satu hama utama tanaman kelapa sawit. Penggunaan agen hayati ini terbukti membantu menekan tingkat serangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan jamur Metarhizium anisopliae sebagai agen pengendali biologis kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) serta mengembangkan populasi burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami hama tikus di perkebunan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia di lapangan.

“Prinsip yang kami pegang adalah menjaga populasi hama tetap berada pada tingkat yang terkendali tanpa menghilangkan keseimbangan alam. Karena itu, konservasi biodiversitas dan pemanfaatan agen hayati menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan hama yang kami jalankan,” jelas Bandung.

Adapun Bandung menilai keterlibatan dunia industri dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan tantangan nyata di lapangan.

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin industri perkebunan Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap pengalaman dan praktik baik yang dijalankan perusahaan dapat menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa agar memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Dr. Ir. Eka Candra Lina, S.P., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Astra Agro dalam kegiatan Praktisi Mengajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari dunia industri.

Menurut Eka, materi yang disampaikan Astra Agro juga sejalan dengan kekhasan yang dikembangkan Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas, yakni pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) berbasis produk ramah lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung sistem perlindungan tanaman yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Visi Program Studi Proteksi Tanaman adalah menjadi program studi yang unggul dan berkarakter dalam pendidikan, penelitian kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan perlindungan tanaman yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Karena itu, materi mengenai pengendalian hayati, konservasi biodiversitas, dan penerapan prinsip keberlanjutan yang disampaikan Astra Agro sangat relevan dengan arah pengembangan keilmuan yang kami bangun,” ujar Eka.

Kegiatan ini, menurut Eka memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya mempelajari konsep dan teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami bagaimana prinsip-prinsip pengelolaan hama terpadu, keberlanjutan, konservasi lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi diterapkan secara nyata dalam skala industri.

Praktik-praktik tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta pembangunan sektor perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tambahnya.

Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, Universitas Andalas dan Astra Agro menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa industri sawit Indonesia tumbuh secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, Astra Agro meyakini bahwa pembangunan industri sawit yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan inovasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang akan mengelolanya di masa depan.

 

 

Tags: #kelapa sawit#perkebunan#PT Astra Agro Lestari#Universitas Andalas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Wilmar Tanam Padi Gogo Seluas 45 Hektare di Banten

Wilmar Tanam Padi Gogo Seluas 45 Hektare di Banten

2 Mei 2025
Agrinas Palma Gandeng Ombudsman Cegah Maladministrasi dan Tata Kelola Perusahaan

Agrinas Palma Gandeng Ombudsman Cegah Maladministrasi dan Tata Kelola Perusahaan

26 September 2026
Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat

Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat

18 Maret 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?