Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Panen Tepat, Pendapatan Berlipat: RPN, BPDP dan Ditjenbun Bekali Petani Sawit Kuasai Teknik Panen Berkualitas

24 Juni 2026
in Budidaya, Headline
Sebanyak 1.222 Petani Binaan Binaan PalmCo Raih Sertifikasi RSPO

Petani kelapa sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Palembang — Bagi petani sawit, panen sering dianggap sekadar tahap akhir. Padahal, di titik inilah untung-rugi sebenarnya ditentukan. Panen yang tepat bisa membuat pendapatan berlipat, sementara kesalahan kecil saat memanen dapat langsung memangkas nilai jual hasil kebun.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Memanen buah terlalu muda, membiarkan brondolan tercecer, atau terlambat mengirim tandan buah segar (TBS) ke pabrik masih menjadi persoalan klasik di kebun rakyat. Akibatnya, mutu TBS menurun, rendemen minyak berkurang, dan harga jual ikut turun.

Sebab itu, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi 96 petani sawit asal Banyuasin dan Musi Banyuasin. Kegiatan berlangsung pada 22–26 Juni 2026 di Palembang, Sumatera Selatan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026, dengan fokus memperkuat kemampuan petani dalam menerapkan standar panen yang benar, menekan kehilangan hasil (losses), menjaga mutu TBS, serta meningkatkan produktivitas kebun.

POPT Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Pemberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Ditjenbun, Tulus Tri Margono, SP., MP., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk mendorong lonjakan produktivitas sawit rakyat.

“Produktivitas sawit rakyat saat ini masih berada di kisaran 2–3 ton per hektare per tahun, padahal potensi optimalnya bisa mencapai 7–8 ton. Artinya, ruang untuk meningkatkan hasil masih sangat besar, dan salah satu kuncinya ada pada penguasaan teknik budidaya, termasuk panen,” ujarnya dalam sambungan daring, Senin (22/6/2026).

Menurut Tulus, panen bukan sekadar aktivitas memotong tandan, melainkan fase penentu nilai ekonomi hasil kebun. Ketepatan menentukan buah matang panen dan kemampuan menekan losses akan sangat memengaruhi jumlah uang yang dibawa pulang petani.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, SP., M.Si. Ia menekankan bahwa kualitas TBS sangat bergantung pada ketepatan waktu panen.

“Panen yang tepat artinya buah dipetik pada tingkat kematangan optimal, brondolan dikutip bersih, dan buah segera diangkut ke pabrik. Kalau itu dilakukan dengan baik, kualitas naik, rendemen bagus, dan harga jual juga lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di bawah RPN, Dr. Winarna, menilai masih banyak petani yang belum menyadari bahwa selisih kecil dalam teknik panen dapat berdampak besar pada pendapatan.

“Panen tepat itu terlihat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Ketika kualitas TBS terjaga, rendemen naik, harga membaik, maka pendapatan petani pun bisa ikut berlipat. Di sinilah pentingnya pelatihan seperti ini,” jelasnya.

Tak berhenti di ruang kelas, peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan lapang ke PT Perkebunan Nusantara IV pada 25 Juni. Di sana, petani akan melihat langsung bagaimana praktik panen efektif dan efisien diterapkan sesuai standar industri.

Melalui kolaborasi RPN, BPDP, dan Ditjenbun, pelatihan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi petani sawit.

Sebab di industri sawit, panen bukan hanya soal memetik buah, tetapi tentang bagaimana setiap tandan yang dipanen bisa menghasilkan nilai maksimal dan mengubah produktivitas menjadi keuntungan nyata.

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#panen#pendapatan#petani sawit#PT Riset Perkebunan Nusantara#Tandan Buah Segar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Mentan: Yordania Siap Impor CPO Besar besaran dari Indonesia

Kementan bersama BUMN Percepat Pengembangan B50 dan E20

30 April 2026
Enam Asosiasi Pekebun Swadaya Binaan Musim Mas Berhasil Menjual Kredit RSPO senilai 20 Miliar Tahun Ini

Enam Asosiasi Pekebun Swadaya Binaan Musim Mas Berhasil Menjual Kredit RSPO senilai 20 Miliar Tahun Ini

12 Desember 2024
Menuju Biodiesel B50, Pemerintah Susun Tahapan Pemanfaatan BBN

Menuju Biodiesel B50, Pemerintah Susun Tahapan Pemanfaatan BBN

13 April 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?