Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Antusias Pekebun Tinggi, Kuota Pelatihan Sawit BPDP untuk Bengkalis Perlu Ditambah

29 Juli 2026
in Headline, Smallholder
Antusias Pekebun Tinggi, Kuota Pelatihan Sawit BPDP untuk Bengkalis Perlu Ditambah

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan ke-VI 2026, yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) di Pekanbaru/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Pekanbaru-Minat pekebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis, Riau, untuk meningkatkan kemampuan mengelola kebun terus bertumbuh. Tingginya antusiasme mengikuti pelatihan membuat Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota peserta dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit pada tahun mendatang.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Harapan tersebut mencuat dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan ke-VI 2026, yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) di Pekanbaru. Selama sepekan, sebanyak 30 pekebun asal Kabupaten Bengkalis mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas pekebun sawit rakyat.

Menariknya, seluruh peserta pada tiga angkatan pelatihan kali ini berasal dari Kabupaten Bengkalis. Bagi pemerintah daerah, kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan meningkatnya kesadaran pekebun bahwa produktivitas kebun tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terus diperbarui.

Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Dahen Tawakal, mengatakan pihaknya bersyukur seluruh usulan peserta dari daerahnya dapat difasilitasi mengikuti pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini peserta angkatan empat, lima, dan enam seluruhnya berasal dari Kabupaten Bengkalis. Kami berterima kasih karena seluruh usulan dari Bengkalis dapat mengikuti pelatihan ini,” kata Dahen.

Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat peningkatan produktivitas perkebunan rakyat. Selama ini pemerintah daerah terus mendorong pekebun agar tidak hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga mulai menerapkan teknik budidaya yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan standar perkebunan modern.

Namun, Dahen mengakui jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tahun ini masih jauh dari kebutuhan di lapangan. Minat kelompok tani untuk mengikuti pelatihan terus meningkat, sementara kuota yang tersedia masih terbatas.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap alokasi peserta dapat ditambah pada tahun depan sehingga semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitasnya.

“Tahun depan kami berharap jumlah peserta dari Bengkalis bisa lebih banyak lagi. Antusiasme pekebun kami mengikuti pelatihan budidaya maupun pelatihan lainnya sangat tinggi,” ujarnya.

Ia mengatakan 91 peserta yang hadir merupakan perwakilan dari ratusan pekebun yang ingin memperoleh kesempatan serupa. Oleh sebab itu, mereka memikul tanggung jawab yang lebih besar dibanding sekadar mengikuti pelatihan hingga selesai.

Dahen meminta para peserta menjadikan diri mereka sebagai agen penyebar pengetahuan di desa dan kelompok tani masing-masing. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan, kata dia, harus diteruskan kepada anggota kelompok sehingga manfaat program tidak berhenti pada peserta yang hadir di ruang kelas.

“Peserta yang hadir hari ini adalah orang-orang yang mendapat kesempatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh nanti dibagikan kepada anggota kelompok tani lainnya sehingga semakin banyak pekebun yang menerapkan teknik budidaya yang baik,” katanya.

Menurut Dahen, penyebaran pengetahuan melalui kelompok tani menjadi strategi yang efektif untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan, terutama ketika jumlah peserta pelatihan belum mampu menjangkau seluruh pekebun.

Apabila praktik budidaya yang baik diterapkan secara lebih luas, produktivitas kebun rakyat di Bengkalis diyakini akan meningkat. Dampaknya bukan hanya bertambahnya hasil panen, tetapi juga meningkatnya pendapatan petani dan kesejahteraan keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor sawit.

Pelatihan tersebut memang tidak hanya berisi penyampaian teori di ruang kelas. Pemerintah juga mengubah pendekatan pembelajaran dengan memperbanyak praktik lapangan agar peserta dapat melihat langsung penerapan budidaya sawit yang sesuai standar.

Direktur Utama PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, Andi Yusuf Akbar, mengatakan peserta akan mengikuti kunjungan lapangan ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Sakti di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Kelompok tani tersebut telah memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan dinilai berhasil menerapkan praktik budidaya sawit berkelanjutan.

Menurut Andi, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam proses belajar karena peserta dapat menyaksikan secara langsung bagaimana teori diterapkan dalam pengelolaan kebun sehari-hari.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi melihat langsung bagaimana praktik budidaya yang baik diterapkan di lapangan. Mereka juga bisa berdiskusi mengenai manfaat, peluang, dan tantangan dalam menerapkan ISPO,” ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh materi pelatihan disusun berdasarkan kurikulum Direktorat Jenderal Perkebunan. Fokus pembelajaran diarahkan pada peningkatan produktivitas tanaman, peningkatan kualitas tandan buah segar (TBS), penguatan kelembagaan pekebun, praktik perkebunan berkelanjutan, hingga strategi meningkatkan daya saing kebun rakyat.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap peserta tidak hanya memahami teknik budidaya yang benar, tetapi juga mampu mengelola kebun sebagai sebuah usaha yang produktif, efisien, dan memenuhi prinsip keberlanjutan.

Program pengembangan SDM yang didukung BPDP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memperkecil kesenjangan produktivitas antara perkebunan rakyat dan perkebunan perusahaan. Selama ini produktivitas kebun rakyat di berbagai daerah masih berada di bawah perkebunan perusahaan, padahal sebagian besar produksi sawit nasional berasal dari perkebunan yang dikelola masyarakat.

Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak kalah penting dibanding pembangunan infrastruktur atau penyediaan sarana produksi. Ketika pekebun memahami teknik budidaya yang baik, mampu menerapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), dan mengelola kelembagaan secara profesional, produktivitas kebun diyakini akan meningkat secara berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tingginya minat mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa kesadaran pekebun terhadap pentingnya peningkatan kompetensi terus tumbuh. Tantangan berikutnya adalah memperluas akses pelatihan sehingga semakin banyak petani memperoleh kesempatan belajar.

Dahen optimistis ilmu yang dibawa pulang para peserta akan menjadi pemicu perubahan di tingkat kelompok tani. Pengetahuan yang dibagikan secara berantai diharapkan mampu mempercepat penerapan praktik budidaya yang lebih baik di berbagai sentra sawit Bengkalis.

“Harapan kami sederhana. Ilmu yang dibawa pulang dari pelatihan ini benar-benar diterapkan dan dibagikan kepada pekebun lainnya. Kalau itu dilakukan secara konsisten, produktivitas kebun akan meningkat, hasil panen menjadi lebih baik, dan kesejahteraan petani sawit di Bengkalis juga akan ikut meningkat,” ujar Dahen.

Di tengah tantangan industri sawit yang semakin kompleks—mulai dari tuntutan produktivitas hingga standar keberlanjutan—pelatihan seperti ini menjadi lebih dari sekadar agenda rutin pemerintah. Ia menjadi investasi pada manusia, faktor yang akan menentukan apakah perkebunan sawit rakyat mampu terus menjadi tulang punggung industri sawit nasional di masa depan.

 

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#budidaya#Kabupaten Bengkalis#kelapa sawit#pekebun#pelatihan#PT Sumberdaya Indonesia Berjaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat, Minamas Plantation Tanam Perdana FPKMS di Tamiang Aceh

Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat, Minamas Plantation Tanam Perdana FPKMS di Tamiang Aceh

20 Mei 2026
Babak Baru Tata Kelola Karbon Pasca Perpres 110/2025, Pemkab Kukar dan Solidaridad Dorong Akselerasi Perkebunan Rendah Emisi

Babak Baru Tata Kelola Karbon Pasca Perpres 110/2025, Pemkab Kukar dan Solidaridad Dorong Akselerasi Perkebunan Rendah Emisi

25 Juni 2026
Didukung Sinar Mas Agribusiness and Food, 299 Petani Aceh Peroleh Sertifikasi RSPO

Didukung Sinar Mas Agribusiness and Food, 299 Petani Aceh Peroleh Sertifikasi RSPO

12 Desember 2025

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?