Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

40 Juta Hektar Lahan Tak Produktif, Pupuk Hayati Dinosaurus Berbasis Bioteknologi jadi Solusinya

1 Agustus 2026
in Headline, Inovasi
40 Juta Hektar Lahan Tak Produktif, Pupuk Hayati Dinosaurus Berbasis Bioteknologi jadi Solusinya

Freddy Wijaya selaku founder Pupuk Dinosaurus/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Pada perhelatan INAGRITECH 2026, Pupuk Hayati Dinosaurus hadir sebagai solusi permasalahan degradasi tanah pertanian Indonesia.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Melalui pengembangan bioteknologi, Pupuk Hayati Dinosaurus berhasil menciptakan formula dengan mengkombinasikan 18 jenis mikroba alami yang bermanfaat bagi tanah dan tumbuhan.

Pupuk Hayati Dinosaurus secara efektif memperbaiki kondisi tanah pertanian yang saat ini terus mengalami penurunan atau degradasi.

Di Indonesia sendiri, luas lahan terdegradasi mencapai lebih dari 40 juta hektar. Karena kondisi tanah yang rusak ini, petani kesulitan untuk menghasilkan panen yang stabil untuk menuju kedaulatan pangan.

Degradasi tanah pertanian salah satunya disebabkan oleh ketergantungan terhadap Pupuk Kimia. Tanah boleh saja mengandung nutrisi makro tinggi, namun tidak adanya mikroba dan rusaknya ekosistem tanah akibat residu kimia yang berlebihan membuat tanaman semakin menurun produktivitasnya.

Untuk mengembalikan kesehatan tanah, dibutuhkan peran bioteknologi. Dari 18 mikroba yang terkandung dalam Pupuk Hayati Dinosaurus, terdapat berbagai jenis yang bertugas sebagai pemecah unsur hara dalam tanah, penambat nitrogen, penghasil enzim pertumbuhan, dan penghalau patogen penyebab penyakit.

Beberapa diantaranya adalah Azotobacter sp, Azospirillum sp, dan Streptomyces sp. Karena berbagai kelebihannya, pemakaian Pupuk Hayati Dinosaurus tidak hanya dapat memulihkan kondisi kesehatan tanah, namun juga dapat menekan biaya produksi di lapangan, serta meningkatkan hasil panen hingga 30%.

Mengingat krusialnya industri pertanian di Indonesia, kesehatan tanah otomatis tidak bisa dipandang sebelah mata. Tanah yang sehat adalah kunci keberhasilan pertanian. Oleh karena itu, PT Pramudita Darya Parma selaku produsen Pupuk Hayati Dinosaurus terus mengembangkan kualitas produk dan kepercayaan pelanggan di Indonesia.

“Pupuk Hayati Dinosaurus kembali hadir di INAGRITECH 2026 sebagai solusi kondisi degradasi lahan pertanian di Indonesia,” jelas Freddy Wijaya selaku founder Pupuk Dinosaurus, Kamis (30/7/2026).

“Kami berharap semakin banyak praktisi pertanian yang dapat memanfaatkan bioteknologi untuk memperbaiki ekosistem tanah dan meningkatkan kualitas hasil panen demi menuju kedaulatan pangan Indonesia.”

Di 2026, PT Pramudita Darya Parma juga telah meluncurkan produk pupuk yang diformulasikan khusus untuk hydroseeding, sebuah teknik penanaman untuk rehabilitasi lahan kritis, terutama di daerah lereng.

Pengembangan produk berbasis bioteknologi ini terus dilakukan demi mendukung pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang PT Pramudita Darya Parma

Tergerak oleh kondisi pertanian Indonesia, PT. Pramudita Darya Parma berdiri tahun 2019 untuk mengembangkan produk pupuk kearifan lokal yang didukung oleh penelitian, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi. Pupuk Hayati Dinosaurus menjadi produk unggulan dengan fungsi utama sebagai pembenah tanah.

Tags: #bioteknologi#degradasi#mikroba#PT Pramudita Darya Parma#Pupuk Hayati Dinosaurus#tanah pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Terbitkan Permendag 43/2025, Pemerintah Perkuat Distribusi dan Pengawasan Minyakita

Terbitkan Permendag 43/2025, Pemerintah Perkuat Distribusi dan Pengawasan Minyakita

20 Januari 2026
Karhutla Nasional Capai 107.465 Hektare

Terdeteksi 331 Titik Hotspot, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel dan Sumsel

27 September 2026
Kementan Kirim 200 Unit Pompa Air untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

Kementan Kirim 200 Unit Pompa Air untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

29 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?