Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

BPDP Gelar Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027

7 Agustus 2026
in Headline, Inovasi
BPDP Gelar Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah dalam Web Seminar Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengajak mahasiswa Indonesia menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Tantangan tersebut disampaikan dalam Web Seminar Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

“Mahasiswa memiliki ruang yang sangat besar untuk menghadirkan perspektif baru dan solusi yang berani. Melalui lomba ini, kami berharap lahir inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga dapat menjawab persoalan nyata serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit, kakao, dan kelapa,” ujar Mohammad Alfansyah

Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa merupakan bagian dari dukungan BPDP terhadap penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan.

Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk menghasilkan gagasan yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan pekebun.

Dalam paparannya bertajuk “Riset Inovatif untuk Masa Depan Industri Perkebunan Indonesia”, Dr. Bandung Sahari, anggota Tim Penilai Lomba Riset BPDP, menyoroti besarnya peran pekebun rakyat dalam tiga komoditas tersebut.

Saat ini, sekitar 41 persen areal perkebunan kelapa sawit dikelola oleh pekebun rakyat. Sementara itu, lebih dari 90 persen perkebunan kakao dan kelapa berada dalam pengelolaan pekebun rakyat.

Besarnya porsi tersebut menjadikan peningkatan produktivitas pekebun rakyat sebagai salah satu kunci bagi masa depan industri perkebunan Indonesia. Di sisi lain, upaya peningkatan produksi tidak dapat lagi hanya mengandalkan perluasan lahan karena harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pengendalian konversi lahan, dan komitmen terhadap pembangunan rendah karbon.

“Pertanyaan penting yang perlu dijawab melalui riset adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan, sekaligus memastikan inovasi tersebut tetap terjangkau dan dapat diterapkan oleh pekebun rakyat,” ujar Bandung.

Pada komoditas kelapa sawit, tantangan produktivitas pekebun rakyat antara lain berkaitan dengan akses terhadap benih unggul, pupuk, pembiayaan, praktik pembibitan, pengendalian penyakit, dan penerapan praktik budidaya yang baik. Tantangan serupa juga dihadapi pekebun kakao dan kelapa, termasuk tanaman tua, perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, mutu hasil panen, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar.

Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada gagasan yang menarik secara akademis. Proposal riset perlu berangkat dari persoalan nyata, memiliki analisis kesenjangan yang kuat, menggunakan metodologi yang tepat, dan menawarkan solusi yang memungkinkan untuk diterapkan di lapangan.

Inovasi yang ditawarkan dapat mencakup pengembangan varietas unggul dan tahan iklim, perbaikan kesehatan tanah, pemupukan presisi, pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan, pengelolaan air, mekanisasi, hingga pemanfaatan Internet of Things, kecerdasan buatan, dan data geospasial. Peluang riset juga terbuka pada bidang pascapanen, ketertelusuran rantai pasok, pemanfaatan limbah, ekonomi sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan kelembagaan dan kapasitas pekebun.

“Riset harus mampu menjadi jembatan antara pengetahuan di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata industri serta pekebun. Ukuran keberhasilannya bukan hanya publikasi, melainkan juga seberapa besar solusi tersebut dapat memberikan dampak,” tambah Bandung.

Dalam webinar tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, turut memaparkan mekanisme pengajuan proposal. Peserta lomba merupakan mahasiswa aktif jenjang sarjana atau diploma dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Setiap kelompok terdiri atas tiga hingga lima mahasiswa dan didampingi satu dosen pembimbing.

“Kami mencari proposal yang mampu menunjukkan dengan jelas persoalan yang ingin diselesaikan, kebaruan solusi yang ditawarkan, dan manfaat yang dapat dihasilkan. Gagasan yang baik perlu diterjemahkan menjadi rancangan riset yang terukur, realistis, serta memiliki peluang untuk diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut,” kata Rahmat Widiana.

Penilaian proposal meliputi analisis kesenjangan, kualitas dan kreativitas kegiatan riset, kebermanfaatan, serta prospek pengembangan hasil penelitian.

Ruang lingkup riset mencakup bidang budidaya, tanah dan lahan; pascapanen dan pengolahan; pangan dan kesehatan; bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pengolahan limbah dan lingkungan; serta sosial, ekonomi, manajemen, bisnis, dan teknologi informasi.

Melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027, BPDP berharap lahir inovasi yang bukan hanya meningkatkan hasil per hektare, tetapi juga menekan biaya produksi, menjaga kesehatan ekosistem, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, dan memperkuat kesejahteraan pekebun rakyat.

Tantangan kini berada di tangan mahasiswa: menghadirkan terobosan yang membuat kebun yang sudah ada menjadi lebih produktif, efisien, tangguh, dan berkelanjutan tanpa membuka lahan baru.

Tags: #2026#Badan Pengelola Dana Perkebunan#kelapa sawit#Lomba Riset Tingkat Mahasiswa#perguruan tinggi#produktivitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kuwait’s credit rating is cut amid concern over government finances

11 Oktober 2024
BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO untuk Perkuat Kapasitas Pekebun Tebo Jambi

BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO untuk Perkuat Kapasitas Pekebun Tebo Jambi

28 September 2026
Harga Biodiesel Desember 2024 Naik Menjadi Rp14.389 per Liter

Harga Biodiesel Desember 2024 Naik Menjadi Rp14.389 per Liter

12 Desember 2024

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?