Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Budidaya

Dongkrak Produktivitas, 171 Pekebun Barito Utara Belajar Budidaya Sawit Berbasis GAP

17 Agustus 2026
in Budidaya, Headline
Dongkrak Produktivitas, 171 Pekebun Barito Utara Belajar Budidaya Sawit Berbasis GAP

Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan BPDP dan Ditjenbun gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program SDMP 2026 di Palangka Raya Kalimantan Tengah/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Palangka Raya – Peningkatan produktivitas sawit tidak selalu harus melalui pembukaan lahan baru.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Mengoptimalkan kebun yang sudah ada dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi salah satu cara meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

Hal itu menjadi fokus Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program SDMP 2026 yang diikuti 171 peserta (mayoritas pekebun dan enam ASN dinas terkait) dari Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Pelatihan diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan BPDP dan Ditjenbun, pada 10–15 Agustus 2026 di salah satu hotel ternama di Palangka Raya.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan produktivitas kebun rakyat masih dapat ditingkatkan. Sebab itu, kemampuan teknis pekebun menjadi kunci untuk mengoptimalkan kebun yang sudah ada.

“Dari sisi produktivitas masih rendah, mau tidak mau harus diakui seperti itu,” ujarnya, pada Senin (10 Agustus 2026), di Palangka Raya.

Menurut Idum, keberhasilan usaha sawit tidak hanya ditentukan luas lahan. Pekebun harus terus belajar dan berinovasi agar setiap tahapan budidaya dilakukan secara tepat.

“Petani yang hebat itu tidak hanya tergantung pada luas lahan, tetapi petani yang harus terus mau belajar dan berinovasi,” katanya.

Penerapan GAP mencakup pemilihan benih unggul, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga pengelolaan tanaman menghasilkan.

Idum menilai pengalaman petani tetap penting, tetapi perlu diperkuat dengan ilmu dan data.

“Petani tidak hanya belajar dari pengalaman saja, tetapi akan lebih afdol bila melakukan teknis budidaya sesuai dengan kajian ilmiah berdasarkan data,” ujarnya.

Maka dari itu, pelatihan tidak hanya berisi teori. Peserta juga mendapat praktik pancang tanam, pengelolaan OPT dan teknik penyemprotan. Peserta juga akan mengikuti field trip ke kebun PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) untuk melihat langsung penerapan pengelolaan kebun yang baik.

Selain teknik budidaya, peserta dibekali pemahaman menghadapi perubahan iklim. Ancaman El Nino dan kekeringan dinilai dapat memengaruhi tanaman maupun perkembangan OPT.

“Para petani sudah harus mulai belajar untuk berakrab ria dengan perubahan iklim. Ada climate change, ada El Nino,” kata Idum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., mengatakan peningkatan produktivitas tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional.

“Untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama secara konvensional,” ujarnya.

Ia meminta peserta aktif menggali ilmu, membahas persoalan nyata di kebun dan menerapkan pengetahuan setelah kembali ke daerah.

Melalui penerapan GAP dan peningkatan kompetensi, kebun yang sudah ada diharapkan mampu menghasilkan lebih optimal, sehingga peningkatan produksi tidak harus selalu ditempuh melalui perluasan lahan.

Tags: #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta#Badan Pengelola Dana Perkebunan#Barito Utara#budidaya#Good Agricultural Practices#kelapa sawit#produktivitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Jaga Serapan TBS Petani Sesuai Aturan

Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Jaga Serapan TBS Petani Sesuai Aturan

7 Juni 2026
PENAS 2026 Jadi Momentum Penguatan Pengembangan Sawit, Kakao dan Kelapa

PENAS 2026 Jadi Momentum Penguatan Pengembangan Sawit, Kakao dan Kelapa

3 Juli 2026
Amerika Serikat Sepakat Bebaskan Tarif Produk Kelapa Sawit RI

Apkasindo Minta Harga TBS Petani Segera Dipulihkan

28 Mei 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?