Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

BRIN Petakan Potensi Sawit untuk Pangan, Industri hingga SAF

10 September 2026
in Headline, Inovasi
Amerika Serikat Sepakat Bebaskan Tarif Produk Kelapa Sawit RI

kelapa sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Tangerang Selatan-Industri kelapa sawit Indonesia tengah diperkuat, tidak lagi bertumpu pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan dan energi.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memetakan rantai nilai, hilirisasi, hingga arah investasi strategis industri sawit berbasis data dan kebutuhan nyata industri.

Upaya tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) “Pemetaan Rantai Nilai, Hilirisasi, dan Arah Investasi Strategis Industri Kelapa Sawit Indonesia” yang diselenggarakan Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Kamis (3/9).

FGD mempertemukan BRIN dengan asosiasi petani, pelaku industri, dan BUMN untuk melihat kondisi serta kebutuhan industri sawit secara menyeluruh, mulai dari perkebunan rakyat, peningkatan produktivitas, pengembangan produk turunan, pemanfaatan limbah dan biomassa, hingga peluang sawit sebagai bahan baku energi berkelanjutan.

Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan FGD menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran empiris mengenai sejauh mana hasil riset dan inovasi telah dimanfaatkan dalam aktivitas industri nasional.

“Kami ingin menjalankan konsolidasi langsung dengan pelaku industri dan pengusaha, apakah dalam aktivitas mereka saat ini masih memakai hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan,” ujar Nugroho.

Menurutnya, masukan dari pelaku industri akan menjadi data referensi bagi pengembangan dashboard nasional Nusantara Analytic for Valuation, Innovation, Growth and Sovereign Industries (NAVIGASI) yang tengah disiapkan BRIN.

Melalui NAVIGASI, kata Nugroho, BRIN ingin mengukur intensitas pemanfaatan hasil riset, inovasi, dan hilirisasi dalam sistem industri nasional. Data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Produktivitas Sawit Rakyat Jadi Perhatian

Dari sisi perkebunan rakyat, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung, menekankan pentingnya pembenahan tata kelola sekaligus perlindungan terhadap perkebunan rakyat.

Ia menyebut produktivitas sawit rakyat saat ini masih sekitar 1,7-2 ton CPO/ha/tahun. Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), produktivitas tersebut berpotensi meningkat menjadi 3-6 ton CPO/ha/tahun.

“Kalau itu berhasil, sawit rakyat akan menjadi penopang ketahanan energi dan pangan Indonesia,” ujarnya. Karena itu, menurutnya, tantangan replanting dan kepastian legalitas lahan menjadi bagian penting dalam penguatan perkebunan sawit rakyat.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatra Utara, Timbas Prasyad Ginting, mendorong agar agenda riset semakin berorientasi pada persoalan dan kebutuhan aktual industri.“Ke depan, riset harus bertanya kepada industri, apa yang dibutuhkan untuk diteliti,” ujarnya.

Ia juga mendorong penyusunan peta jalan jangka panjang industri sawit serta pemanfaatan teknologi seperti citra satelit, drone, dan smart plantation untuk menghasilkan data perkebunan yang lebih akurat.

Nilai Tambah Terbesar Ada di Hilir

Transformasi industri sawit juga membutuhkan penguatan sektor hilir. Kepala Divisi Project Management Office Downstream PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Muhammad Ansori Nasution, memaparkan strategi pengembangan industri hilir hingga 2029.

Menurutnya, selama ini bisnis sawit masih lebih kuat di sektor hulu, sementara potensi nilai tambah terbesar berada di sektor hilir. PalmCo karena itu mendorong keseimbangan antara bisnis hulu dan hilir. Produk turunan yang dikembangkan mencakup minyak goreng, margarin, biodiesel, hingga produk berbasis cocoa butter substitute.

Tidak hanya menghasilkan produk baru, limbah sawit juga diarahkan menjadi sumber nilai tambah melalui produksi biogas, compressed biogas (CBG), syngas, dan biochar.

“Limbah sawit bukan lagi menjadi beban, tetapi sumber energi baru yang dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus menopang target dekarbonisasi,” ungkap Ansori.

Salah satu potensi strategis yang mengemuka dalam FGD adalah pemanfaatan produk dan residu sawit untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Lead Specialist Bioenergy and Biofuel PT Pertamina (Persero) Subholding Downstream, Sahkundiyar, menjelaskan bahwa sektor penerbangan merupakan salah satu sektor yang relatif sulit melakukan pengurangan emisi. Karena itu, SAF menjadi salah satu prioritas dalam upaya dekarbonisasi.

Sahkundiyar menjelaskan, Pertamina telah memproduksi SAF secara komersial di Kilang Cilacap dengan menggunakan used cooking oil (UCO).

Pengembangan berikutnya mulai diarahkan pada bahan baku lain berbasis sawit, termasuk Palm Oil Mill Effluent (POME) dan produk samping sawit.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam rantai pasok SAF global karena ketersediaan biomassa sawit yang melimpah. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan pemenuhan standar keberlanjutan internasional pada seluruh tahapan rantai pasok

Tags: #Badan Riset dan Inovasi Nasional#hilirisasi#kelapa sawit#sustainable aviation fuel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Uji Biodiesel B50 di Sektor Pertambangan Tunjukkan Hasil Positif

Program B50 Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja dan Tingkatan Nilai Tambah CPO Rp20,9 Triliun

9 Oktober 2026
Apresiasi Standar GAPKI Dalam Antisipasi Karhutla di Riau, Menteri Lingkungan Hidup Himbau Perusahaan Sawit Untuk  Satu Koordinasi

Apresiasi Standar GAPKI Dalam Antisipasi Karhutla di Riau, Menteri Lingkungan Hidup Himbau Perusahaan Sawit Untuk Satu Koordinasi

12 Mei 2025
Teladan Prima Agro Raih laba Bersih Rp1,11 Triliun di Sepanjang 2025

Teladan Prima Agro Bagikan Dividen Interim Rp258,93 Miliar di 2026

3 Oktober 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?