Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

RPN-BPDP-Ditjenbun Fokus Dongkrak Produktivitas Sawit Rakyat Simalungun

21 September 2026
in Headline, Smallholder
RPN-BPDP-Ditjenbun Fokus Dongkrak Produktivitas Sawit Rakyat Simalungun

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 di Medan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Medan-Meningkatkan hasil dari kebun yang sudah ada menjadi tantangan utama pekebun kelapa sawit rakyat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Di tengah keterbatasan lahan, peningkatan produktivitas melalui perbaikan budidaya dan penerapan teknologi dinilai menjadi jalan penting untuk meningkatkan pendapatan pekebun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan pembangunan perkebunan sawit tidak lagi cukup mengandalkan perluasan areal. Fokus harus diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemanfaatan teknologi.

“Tantangan perkebunan sawit saat ini bukan lagi memperluas areal, melainkan meningkatkan hasil panen melalui perbaikan budidaya dan produktivitas,” kata Jenri saat membuka Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 di Medan, Minggu (13/9/2026).

Pelatihan yang diikuti 126 pekebun asal Simalungun ini dilaksanakan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), pada 13–19 September 2026.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pekebun dalam menerapkan teknologi dan praktik budidaya yang sesuai dengan kondisi kebun.

Di Simalungun, perkebunan sawit rakyat memiliki luas sekitar 38.905,5 hektare dengan produksi mencapai 317.771 ton TBS. Namun, produktivitas kebun rakyat masih tertinggal dibandingkan perkebunan perusahaan.

Jenri menyebut produktivitas perkebunan perusahaan dapat mencapai sekitar 24 ton TBS per hektare per tahun, sementara sebagian besar kebun rakyat masih berada pada kisaran 12–15 ton TBS per hektare per tahun.

Kesenjangan tersebut, menurut dia, dapat ditekan melalui perbaikan pengelolaan kebun, terutama pemupukan, pengendalian gulma, pemeliharaan tanaman, serta pemantauan kesehatan tanaman.

Penerapan good agricultural practices (GAP) juga menjadi bagian penting, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit hingga pemanenan sesuai standar.

Teknologi Harus Sampai ke Kebun

Manager Urusan Pelayanan Jasa Konsultasi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–RPN, Dr. Agus Eko Prasetyo, mengatakan peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Pekebun juga harus memiliki kemampuan untuk menerapkannya.

Menurut Agus, pelatihan tidak boleh berhenti pada materi dan sertifikat. Pengetahuan dan teknologi yang diperoleh harus dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi kebun masing-masing.

“Jangan berhenti pada ilmu pengetahuan. Jangan hanya hadir mengikuti pelatihan, mendapatkan materi dan sertifikat. Informasi dan teknologi yang diberikan silakan dipilih mana yang relevan dan cocok digunakan di kebun masing-masing, kemudian diterapkan,” ujarnya.

Agus menambahkan, hasil riset harus diterjemahkan menjadi solusi yang mudah dipahami dan diterapkan pekebun. Dalam konteks tersebut, pelatihan menjadi jembatan antara hasil penelitian dan kebutuhan nyata di lapangan.

Ia juga berharap peserta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun lainnya sehingga manfaat pelatihan dapat berkembang melalui kelompok tani dan komunitas.

Jangan Salah Pilih Bibit

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, M. Yusuf Lubis, SP, SE, menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dimulai dari pemilihan bahan tanam yang tepat.

Kesalahan memilih bibit dapat berdampak panjang karena tanaman kelapa sawit membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan.

“Jangan tanam sekarang, lima tahun kemudian gagal. Sudah capek menunggu, sudah lama menunggu, ternyata hasilnya tidak memuaskan,” tegasnya.

Menurut Yusuf, bantuan bibit, pupuk dan sarana produksi perlu diikuti peningkatan kapasitas SDM agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Program SDMP 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat kemampuan teknis pekebun, di samping program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Produktivitas Jadi Kunci

Peningkatan produktivitas semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk pasar domestik, termasuk sebagai bahan baku energi. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi kemampuan pekebun meningkatkan produksi dari lahan yang sudah tersedia.

“Tanpa produktivitas yang lebih tinggi, pekebun akan sulit menikmati pertumbuhan permintaan domestik yang terus berkembang,” ujar Jenri.

Karena itu, pembangunan sawit rakyat perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, serta kemampuan pekebun mengadopsi teknologi budidaya modern.

Pelatihan yang diikuti 126 pekebun tersebut diharapkan tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan nyata di kebun sekaligus mendorong peserta membagikan ilmu kepada pekebun lainnya.

“Harapan kami, ketika datang ke sini 126 orang, nanti pulang menjadi 127 orang atau lebih,” kata Jenri.

Bagi RPN dan PPKS, keberhasilan pelatihan bukan sekadar ketika pekebun memahami materi, tetapi ketika pengetahuan tersebut diterapkan di lapangan, menghasilkan perubahan di kebun, dan memberikan nilai ekonomi bagi pekebun.

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#Kabupaten Simalungun#kelapa sawit#pekebun#produktivitas#PT Riset Perkebunan Nusantara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Ketua Umum GAPKI Ungkap Tiga Strategi Hadapi Tantangan Industri Sawit

Ketua Umum GAPKI Ungkap Tiga Strategi Hadapi Tantangan Industri Sawit

15 Januari 2026
Devisa Sawit RI Tahun 2026 Diprediksi Tembus Rp667 Triliun

Devisa Sawit RI Tahun 2026 Diprediksi Tembus Rp667 Triliun

13 Oktober 2026
Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

8 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?