Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tanjung Jabung Barat

28 September 2026
in Headline, Smallholder
Hadapi Tuntutan Pasar, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO Pekebun Tanjung Jabung Barat

Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan Kementan, serta dilaksanakan PT Sumber Daya Indonesia Berjaya (SIB)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jambi-Perkebunan kelapa sawit rakyat semakin berhadapan dengan tuntutan pasar yang tidak hanya melihat produksi, tetapi juga bagaimana komoditas dihasilkan. Legalitas lahan, tata kelola kelembagaan, praktik budidaya dan keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akses pasar.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Sebanyak 28 pekebun Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Angkatan 3 untuk memperkuat pemahaman menghadapi tuntutan tersebut. Pelatihan berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, 28 September–3 Oktober 2026.

Kegiatan ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta dilaksanakan PT Sumber Daya Indonesia Berjaya (SIB), lembaga pelatihan dan konsultasi sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan.

Direktur Utama PT SIB Andi Yusuf Akbar mengatakan, penerapan ISPO semakin penting karena pekebun tidak bisa lagi hanya berorientasi pada produksi. Ada tuntutan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan perkebunan berjalan sesuai standar.

“Peserta harus memahami implementasinya, titik kritisnya, peluangnya dan juga tantangannya di tingkat pekebun,” kata Andi.

Menurut dia, pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pekebun dalam memahami mekanisme dan persyaratan sertifikasi.

Andi menekankan, pelatihan tidak dimaksudkan sekadar membuat peserta hafal regulasi. Pemahaman harus diterjemahkan menjadi kemampuan mengelola kebun dan kelembagaan secara lebih tertib.

Karena itu, peserta tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi. Narasumber yang hadir merupakan tenaga yang memiliki kompetensi serta sertifikasi auditor dan trainer ISPO.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah hubungan antara kelembagaan pekebun dengan pabrik kelapa sawit. Menurut Andi, implementasi ISPO dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepercayaan dalam hubungan usaha tersebut.

Pekebun yang memiliki tata kelola lebih baik akan lebih mudah menunjukkan asal-usul produksi, administrasi dan praktik pengelolaan kebunnya. Di sisi lain, pabrik memperoleh kepastian mengenai pemasok yang memenuhi ketentuan.

“Kalau tata kelolanya baik, kemitraan bisa lebih konsisten. Hubungan pembelian TBS juga bisa lebih teratur,” ujarnya.

Bagi pekebun Tanjung Jabung Barat, pemahaman tersebut menjadi penting karena perubahan pasar global membuat standar keberlanjutan semakin menjadi bagian dari perdagangan komoditas.

Namun, Andi mengingatkan bahwa ISPO tidak hanya berbicara mengenai pasar ekspor. Perbaikan tata kelola juga diperlukan untuk memperkuat posisi pekebun di tingkat lokal.

Kegiatan pelatihan juga akan dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke Koperasi Mutiara Bumi di Desa Pompa Air, Kabupaten Batanghari. Koperasi tersebut merupakan kelembagaan pekebun yang telah mendapatkan sertifikasi ISPO.

Dalam kunjungan tersebut, peserta akan melihat bagaimana penerapan standar dilakukan dalam praktik. Mulai dari administrasi, kegiatan budidaya, pelaporan hingga pengelolaan organisasi petani.

Peserta juga akan melihat hubungan kelembagaan pekebun dengan pabrik kelapa sawit yang membeli produksi mereka. Bagi Andi, pengalaman lapangan semacam ini penting agar peserta memperoleh gambaran konkret bahwa sertifikasi bukan sekadar proses administratif.

ISPO justru dapat digunakan untuk memperbaiki cara pekebun mengelola usaha perkebunan.

Selain itu, pelatihan juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman antarpekebun dari berbagai daerah. Persoalan yang dihadapi satu wilayah dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah lain.

Andi mengatakan Jambi menjadi provinsi terakhir yang dipercayakan BPDP kepada SIB untuk pelaksanaan pelatihan implementasi ISPO dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terhadap pelaksanaan program.

Sementara itu, pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas pekebun harus dilakukan secara berkelanjutan. Regulasi dapat berubah, tuntutan pasar berkembang, sementara persoalan di lapangan juga terus muncul.

Karena itu, pengetahuan mengenai ISPO perlu terus diperbarui dan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Sebanyak 28 peserta Angkatan 3 Tanjung Jabung Barat diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut kembali ke daerah dan membagikannya kepada kelompok pekebun lainnya.

Pada akhirnya, implementasi ISPO bukan hanya persoalan mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting adalah membangun sistem perkebunan yang memiliki legalitas, administrasi, kelembagaan dan praktik budidaya yang semakin baik.

Dengan fondasi tersebut, pekebun memiliki bekal lebih kuat untuk membangun kemitraan, mempertahankan akses pasar dan meningkatkan posisi tawar dalam rantai pasok kelapa sawit.

 

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#Indonesian Sustainable Palm Oil#kelapa sawit#pelatihan#PT Sumber Daya Indonesia Berjaya#Tanjung Jabung Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Menko Polkam Dudung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat

Menko Polkam Dudung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat

7 Oktober 2026
Atasi Keterbatasan Lahan, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Sawit Pekebun Rokan Hilir

Atasi Keterbatasan Lahan, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Sawit Pekebun Rokan Hilir

31 Agustus 2026
Cegah Gejolak Minyak Goreng, Pemerintah Kebut Intervensi BUMN Pangan

BPDP Dorong Promosi Kebaikan Sawit dan Produk Turunan untuk UMKM

8 Mei 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?