Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Ekspor Perkebunan Capai Rp503,3 Triliun, Sawit Jadi Kontributor Terbesar

22 Oktober 2026
in Headline, News
Serangga Punya Peran Penting dalam Kesehatan Perkebunan Sawit

Perkebunan kelepa sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, subsektor perkebunan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga

CPOPC Soroti Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati di SVOC Shanghai

Pertamina dan Kemenkop Ubah Minyak Jelantah Jadi Avtur

Laba DSNG Tembus Rp1,4 Triliun di Kuartal III 2026

Nilai ekspor komoditas perkebunan hingga Agustus 2026 mencapai Rp503,3 triliun atau 93,78 persen dari total ekspor pertanian nasional sebesar Rp536,7 triliun. Capaian ini menegaskan posisi perkebunan sebagai penopang devisa sekaligus penggerak industri dan kesejahteraan jutaan pekebun.

Berdasarkan data kinerja Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) per Oktober 2026, ekspor perkebunan tumbuh 11,15 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara impor turun 0,49 persen.

Kelapa sawit menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor Rp355,3 triliun, disusul karet Rp35 triliun, kelapa Rp29,4 triliun, kakao Rp26 triliun, dan kopi Rp21,5 triliun.

Kinerja tersebut turut tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor perkebunan atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp546,3 triliun pada Triwulan II 2026.

Nilai tersebut tumbuh 19,34 persen secara kuartalan dan 3,34 persen secara tahunan, menunjukkan besarnya peran perkebunan dalam aktivitas ekonomi nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penguatan subsektor perkebunan selama pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran diarahkan untuk meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Perkebunan tidak hanya menjadi sumber devisa, tetapi juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

“Penguatan produksi dan produktivitas harus terus dilakukan agar kita semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, pertanian termasuk perkebunan harus berkontribusi nyata melalui peningkatan produksi, pengembangan hilirisasi, dan peningkatan kesejahteraan pekebun,” kata Mentan Amran dalam keterangannya pada Selasa (20/10/2026).

Salah satu agenda strategis yang terus diperkuat adalah peningkatan produksi tebu untuk mendukung swasembada gula nasional.

Langkah ini ditempuh melalui pengembangan areal, penyediaan benih unggul, peningkatan produktivitas kebun, serta penguatan dukungan budidaya.

Ketersediaan bahan baku tebu yang memadai menjadi fondasi bagi peningkatan produksi gula dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Penguatan hilirisasi juga menjadi bagian penting dari transformasi subsektor perkebunan. Komoditas kelapa, kopi, kakao, lada, pala, jambu mete, dan tebu terus didorong untuk menghasilkan produk olahan bernilai tambah dan memperluas peluang usaha.

Dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas hasil, perkebunan diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga memperkuat industri pengolahan dan produk turunannya.

Dampak penguatan perkebunan turut dirasakan oleh sekitar 18 juta kepala keluarga (KK) pekebun yang mengelola lahan seluas 29 juta hektare.

Peningkatan kesejahteraan pekebun tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Perkebunan pada September 2026 yang meningkat 7,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Provinsi Bengkulu mencatat indeks NTP tertinggi nasional sebesar 231,6.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan penguatan kinerja perkebunan selama dua tahun terakhir perlu ditopang oleh peningkatan produktivitas dari hulu, agar manfaat ekonomi dapat menjangkau pekebun sekaligus memenuhi kebutuhan industri hilir.

“Penguatan perkebunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung hilirisasi. Karena itu, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, perbaikan kualitas hasil, dan penguatan kelembagaan pekebun menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan,” ungkapnya.

Heru menambahkan, optimalisasi lahan perkebunan melalui pola tumpang sari dengan tanaman pangan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan pemanfaatan lahan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan pekebun.

Dalam melanjutkan penguatan sektor perkebunan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan memprioritaskan peningkatan produksi dan produktivitas komoditas strategis, pengembangan tebu untuk mendukung swasembada gula, serta penguatan pasokan bahan baku bagi industri hilir.

Upaya ini diharapkan memperkokoh kontribusi perkebunan terhadap perekonomian nasional, memperluas nilai tambah di dalam negeri, dan menjaga kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.

Tags: #Direktorat Jenderal Perkebunan#ekspor#kelapa sawit#Prabowo Subianto#Presiden#Produk Domestik Bruto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Paris Saint-Germain Rejects $188 Million Real Madrid Offer for Mbappé

12 Desember 2024
Genjot Hilirisasi, Sawit Jadi ‘Miracle Crop’ Andalan RI di Pasar Global

Harga TBS Sawit Mitra Plasma Naik Jadi Rp3.994 per Kg di Riau

9 September 2026
Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan: Momentum Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan: Momentum Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

12 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Kehutanan #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #tata kelola #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?