Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Sawit Jadi Motor Utama Lonjakan Ekspor Indonesia di Semester I 2026

4 Agustus 2026
in Headline, News
Harga Referensi CPO Mei 2026 Tembus USD1.049,58 per Ton

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Salah satu pendorong kinerja tersebut berasal dari komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya yang mencatat pertumbuhan ekspor cukup signifikan.

BPS mencatat, sepanjang Januari–Juni 2026 atau semester I nilai ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong penguatan harga CPO di pasar global.

Pada Juni 2026, nilai ekspor komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$485,8 juta. Sementara secara kumulatif sepanjang Januari–Juni 2026, nilainya mencapai US$2,59 miliar, meningkat 1,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga CPO di pasar internasional memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai ekspor Indonesia.

“Kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia. Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai ekspor CPO dan turunannya tercatat tumbuh 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Ateng dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS, Senin (3/8/2026).

Sejalan dengan kondisi tersebut, total ekspor Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai USD140,81 miliar, naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekspor nonmigas meningkat 4,90 persen menjadi USD134,58 miliar, dengan kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), termasuk CPO dan produk turunannya, menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekspor nasional.

Pada Juni 2026 saja, nilai ekspor Indonesia mencapai USD25,46 miliar, meningkat 8,84 persen secara tahunan. Khusus kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), nilai ekspornya naik 10,45 persen. Kondisi ini menunjukkan kenaikan nilai ekspor didorong oleh penguatan harga CPO di pasar internasional.

Data BPS juga menunjukkan komoditas sawit tetap menjadi salah satu motor utama perdagangan Indonesia.

Bersama besi dan baja serta batu bara, CPO dan turunannya menyumbang sekitar 28,30 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang semester I 2026.

Di antara ketiga komoditas tersebut, CPO mencatat pertumbuhan nilai ekspor tertinggi, yakni 7,32 persen, sementara ekspor besi dan baja turun 0,16 persen dan batu bara hanya tumbuh 0,63 persen.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penguatan ekspor komoditas pertanian harus terus didorong melalui peningkatan nilai tambah dan hilirisasi agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan petani.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sebagai produsen sawit terbesar di dunia sehingga peluang untuk memperbesar devisa melalui hilirisasi masih sangat besar.

“Kita nomor satu dunia. Total sekitar 80 persen produksi CPO dunia dikuasai Indonesia dan Malaysia. Karena itu, hilirisasi CPO menjadi senjata strategis Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong penguatan industri hilir agar ekspor Indonesia tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Tags: #2026#Badan Pusat Statistik#CPO#crude palm oil#ekspor#sektor pertanian#Semester I

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

PTPN IV Perkuat Kemitraan Petani untuk Pasokan CPO dan Dukung Program B50

PTPN IV Perkuat Kemitraan Petani untuk Pasokan CPO dan Dukung Program B50

18 September 2026
Semester I 2026, DSNG Catat Laba Bersih Rp985,88 Miliar

Semester I 2026, DSNG Catat Laba Bersih Rp985,88 Miliar

30 Juli 2026
Harga CPO Jatuh di Awal Januari 2026

Ekspor Sawit RI Naik 7 Persen pada Februari 2026

30 April 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?