Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Hotspot Nasional Melonjak, Pengendalian Karhutla Kalteng Diperkuat

20 September 2026
in Headline, News
Pakar Universitas Indonesia: Penyebab Utama Karhutla Adalah Perilaku Manusia

kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang pada pemantauan terbaru menunjukkan peningkatan signifikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB, secara nasional terdeteksi 1.323 hotspot high confidence, meningkat sebanyak 777 titik dibandingkan 546 titik pada Jumat (18/9).

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence tercatat:

  • Kalimantan Tengah: 1.035 titik, meningkat dari 166 titik;
  • Sumatera Selatan: 112 titik, meningkat dari 100 titik;
  • Kalimantan Barat: 107 titik, meningkat dari 39 titik;
  • Kalimantan Selatan: 55 titik, meningkat dari 12 titik;
  • Jambi: 14 titik, meningkat dari 9 titik; dan
  • Riau: 0 titik, turun dari 4 titik.

 

“Peningkatan paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah, sehingga wilayah tersebut menjadi fokus utama penguatan operasi. Kewaspadaan juga ditingkatkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, Riau tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam keterangan resminya, Minggu (20/9/2026).

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, relawan, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Saat ini 55 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung pengendalian karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Armada tersebut mencakup helikopter patroli, pesawat CASA untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.

Pengerahan armada menyesuaikan lokasi kebakaran, perkembangan hotspot, potensi awan, kondisi asap, jarak pandang, dan aspek keselamatan penerbangan.

Pada kondisi gambut, operasi tidak berhenti ketika api di permukaan telah padam. Pembasahan dan pendinginan tetap dilakukan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi mengering atau angin menguat. Penguatan operasi juga dilakukan melalui koordinasi lintas ementerian dan lembaga.

Berdasarkan pantauan PM2,5, kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah masih berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada beberapa lokasi berada pada kategori berbahaya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kondisi karhutla tidak cukup dinilai hanya melalui jumlah hotspot. Pemerintah juga terus memantau kondisi api di lapangan, konsentrasi partikulat, sebaran asap, arah angin, kelembapan, potensi hujan, serta jarak pandang.

Kabut asap masih memengaruhi aktivitas di sejumlah wilayah Kalimantan. Pada Sabtu (19/9), jarak pandang di Palangka Raya sempat turun hingga sekitar 350 meter pada pagi hari, yang berdampak pada aktivitas penerbangan.

Kondisi kemudian berangsur membaik, tetapi pengaruh asap masih terpantau. Di Pontianak, jarak pandang pada periode pengamatan juga sempat berada di bawah satu kilometer akibat asap.

Kondisi jarak pandang sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah serta kecepatan angin, kelembapan, hujan, dan perkembangan kebakaran. Hal ini juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah operasi udara dapat dilaksanakan secara aman.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk terus mengikuti informasi kondisi udara serta arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Pengguna jalan juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang menurun dengan mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, serta menjaga jarak aman.

Tags: #hotspot#Kalimantan Tengah#kebakaran hutan dan lahan#Kementerian Kehutanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Astra Agro Terima Penghargaan 8th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Astra Agro Terima Penghargaan 8th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

22 Mei 2026
Meski Turut Terdampak Banjir, Minamas Plantation Tetap Berkomitmen Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Meski Turut Terdampak Banjir, Minamas Plantation Tetap Berkomitmen Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

22 Januari 2026
Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

8 Juni 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?