Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tingkatkan Kualitas SDM, BPDP Dukung Pekebun Sawit Rokan Hilir Lebih Profesional

31 Agustus 2026
in Headline, Smallholder
Tingkatkan Kualitas SDM, BPDP Dukung Pekebun Sawit Rokan Hilir Lebih Profesional

BPDP dan Ditjenbun, dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) mengelar Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Angkatan XI Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang diikuti pekebun Kabupaten Rokan Hilir di Pekanbaru/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Pekanbaru— Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun), dan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) mengelar Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Angkatan XI Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang diikuti 31 pekebun Kabupaten Rokan Hilir di Pekanbaru.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau. Pekebun tidak cukup hanya memiliki lahan, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya secara lebih efektif dan produktif.

Supriadi mengatakan tantangan perkebunan sawit ke depan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan, tetapi juga kemampuan manusia dalam mengelola sumber daya tersebut.

Menurut dia, lahan yang sama dapat memberikan hasil berbeda apabila dikelola dengan pengetahuan, keterampilan dan manajemen yang berbeda. Karena itu, peningkatan kapasitas pekebun harus menjadi bagian penting dalam pengembangan perkebunan rakyat.

“Di sini Bapak Ibu hadir semua dalam rangka memastikan bahwa kebutuhan bisa kita penuhi melalui peningkatan produktivitas,” kata Supriadi, Senin (31/8/2026).

Dia menilai peningkatan produktivitas tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kondisi alam. Pekebun perlu memahami berbagai aspek budidaya, mulai dari pemilihan bahan tanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian gulma dan hama hingga manajemen panen.

“Yang diwajibkan kepada kita itu adalah ikhtiar bagaimana insyaallah produksi meningkat melalui peningkatan dan perbaikan budidaya,” ujarnya.

Supriadi mendorong agar pelatihan tersebut menjadi momentum bagi pekebun untuk meningkatkan kapasitas dan mengubah pola pengelolaan kebun menjadi lebih profesional.

Menurut dia, pekebun harus mampu melihat kebun bukan sekadar sebagai tempat menanam sawit, melainkan sebagai unit usaha yang membutuhkan perencanaan, perawatan dan pengelolaan secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang baik, lahan yang relatif terbatas tetap dapat memberikan pendapatan yang signifikan bagi keluarga pekebun.

Dia bahkan mencontohkan kebun dengan luasan sekitar lima hektare yang dikelola secara optimal.

“Kalau lima hektare Bapak Ibu punya dan dikelola baik, yakinlah gaji dan tunjangan kadis itu tidak ada apa-apanya,” katanya.

Karena itu, Supriadi meminta peserta tidak menjadikan pelatihan sebagai kegiatan formalitas. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada pekebun lainnya.

“Yang hadir hari ini harus menjadi pionir. Ilmu yang didapat jangan berhenti di sini,” ujarnya.

SDM Jadi Penggerak Program

Menurut Supriadi, peningkatan kualitas SDM juga penting agar berbagai program pemerintah di sektor perkebunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Dia menyebut sejumlah program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, pengembangan SDM hingga beasiswa perlu dipahami dan dimanfaatkan oleh pekebun.

Dalam konteks tersebut, penyuluh memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kita bekerja di tempat dan lokasi yang sama, orang yang sama. Tolong masukkan juga seluruh program perkebunan yang selama ini belum sampai ke masyarakat,” katanya.

Supriadi berharap para peserta dapat menjadi sumber pengetahuan baru di wilayah masing-masing. Bahkan peserta yang belum memiliki kebun tetap diminta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.

“Yang tak punya kebun silakan karena ini menjadi amanah bagi yang hadir hari ini untuk menyampaikan ilmunya yang didapat hari ini,” ujarnya.

Supriadi menegaskan keberhasilan program pengembangan SDM tidak diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dari perubahan yang terjadi setelah peserta kembali ke kebun.

Karena itu, peserta diminta serius mengikuti seluruh materi dan mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh. “Jangan hanya hadir, kemudian pulang. Ilmu yang didapat harus dibawa ke kebun dan diterapkan,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kualitas SDM pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produktivitas, efisiensi biaya dan pendapatan pekebun. Semakin baik kemampuan pekebun mengelola kebun, semakin besar peluang untuk mengoptimalkan produksi dari lahan yang tersedia.

Di tengah keterbatasan ruang untuk ekspansi perkebunan, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan. Produktivitas harus ditingkatkan melalui manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai.

Supriadi juga mengingatkan pekebun agar mempertahankan aset lahan yang dimiliki. “Jangan jual lagi lahan yang Bapak Ibu miliki sekarang,” katanya.

Menurut dia, lahan sawit harus dipandang sebagai aset ekonomi jangka panjang. Dengan SDM yang semakin berkualitas dan pengelolaan kebun yang semakin baik, lahan yang dimiliki dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi keluarga.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap lahir pekebun yang tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga mampu mengelola perkebunan secara lebih profesional, mandiri dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, kualitas SDM menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat. Bukan sekadar bagaimana menambah luas kebun, tetapi bagaimana membuat setiap hektare lahan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui pengelolaan yang semakin baik.

 

Tags: #Badan Pengelola Dana Perkebunan#pelatihan#produktivitas#PT Sumberdaya Indonesia Berjaya#Rokan Hilir#sumber daya manusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Fokus Pemulihan Psikososial, Minamas Plantation Gelar Trauma Healing Anak di Aceh Tamiang

Fokus Pemulihan Psikososial, Minamas Plantation Gelar Trauma Healing Anak di Aceh Tamiang

29 Januari 2026
Perkuat Kapasitas Pekebun Jamnbi, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO

Perkuat Kapasitas Pekebun Jamnbi, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan ISPO

29 September 2026
Belarus Ingin Impor CPO dari Indonesia

Belarus Ingin Impor CPO dari Indonesia

3 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?