Palmoil.id, Singapura – Impact fund manager, Abler Nordic, berkolaborasi dengan Temasek Foundation, organisasi filantropi berasal dari Singapura yang menjalankan program pemberdayaan di Asia, bersama dengan Musim Mas Group, produsen minyak sawit berkelanjutan, serta Livelihoods Funds, untuk meluncurkan proyek Sustainable Oil Palm Replanting in Indonesia (SOPRI).
Pilot project ini bertujuan mempermudah akses pembiayaan dan sumber daya bagi pekebun swadaya agar dapat meremajakan kebun sawit mereka secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, pekebun tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga turut mencegah perambahan hutan.
Di Indonesia, pekebun swadaya mengelola lebih dari 40% lahan kelapa sawit. Tetapi mereka menghadapi tantangan besar, salah satunya adalah tanaman sawit yang menua, yang menyebabkan penurunan hasil panen.
Hal ini membuat peremajaan tanaman sawit menjadi kebutuhan mendesak, namun berbiaya tinggi. Tanpa akses pembiayaan yang terjangkau, sebagian pekebun berisiko memperluas lahan ke kawasan hutan, yang dapat mempercepat deforestasi dan memperburuk perubahan iklim.
Proyek SOPRI merupakan bagian utama dari Climate Smart Fund milik Abler Nordic yang diluncurkan dalam fase uji coba dengan pendanaan dari Kementerian Iklim dan Lingkungan Norwegia yang memanfaatkan skema pendanaan campuran dari sektor publik, filantropi, dan swasta untuk membangun rantai pasok bebas deforestasi serta meningkatkan ketahanan pekebun swadaya.
Temasek Foundation memperkuat model pendanaan campuran ini dengan menyediakan modal katalitik guna menjamin dan mengurangi risiko pinjaman bagi pekebun swadaya dalam proyek SOPRI, langkah ini tidak hanya membuat pembiayaan lebih terjangkau, tetapi juga membantu memitigasi risiko investasi bagi sektor swasta.
Pada fase pertama, proyek SOPRI akan mendukung 400 pekebun swadaya di Sumatra dengan total luas lahan 400 hektar.
Program ini mencakup pinjaman jangka panjang untuk peremajaan kebun, pelatihan literasi keuangan, sertifikasi keberlanjutan, dukungan legalisasi hak atas lahan, serta perencanaan desa partisipatif untuk memastikan penggunaan lahan yang bertanggung jawab. Sebagai gantinya, para pekebun berkomitmen untuk tidak merambah hutan, dengan kepatuhan yang dipantau melalui pengawasan satelit dan pemeriksaan langsung di lapangan.
Proyek ini dirancang untuk membuktikan bahwa peremajaan sawit berkelanjutan tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga dapat diperluas. Ke depannya, proyek ini menargetkan untuk menjangkau lebih dari 20.000 pekebun swadaya.
Climate Smart Fund akan berperan sebagai organisasi utama yang mengelola operasional keuangan dan mengoordinasikan pelaksanaan program bersama mitra lokal seperti Koltiva dan Bank Amar.
Sementara itu, Musim Mas Group akan memberikan dukungan teknis guna membantu pekebun swadaya memperoleh sertifikasi minyak sawit berkelanjutan serta mengakses pasar. Livelihoods Funds juga turut berkontribusi dengan keahlian dalam pelatihan dan sertifikasi untuk mendukung transisi pekebun menuju praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Selain peremajaan kebun, proyek ini juga mengembangkan model agroforestri yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Model ini mengintegrasikan kelapa sawit dengan pohon peneduh serta tanaman bernilai ekonomi untuk meningkatkan kesehatan tanah, menstabilkan iklim mikro, dan membantu pekebun swadaya beradaptasi dengan perubahan iklim.
Abler Nordic menargetkan perluasan Climate Smart Fund, dari dana awal sebesar USD 10 juta menjadi USD 40 juta pada tahap pertama. Pendanaan ini akan dihimpun melalui modal investor gabungan, jaminan, dan hibah guna mendorong aksi iklim yang nyata dan berkelanjutan.
Managing Director Abler Nordic, Arthur Sletteberg, mengatakan, “Membangun hubungan jangka panjang dengan pekebun swadaya, komunitas, dan mitra lokal adalah inti dari upaya kami. Apa yang kami lakukan memang kompleks dan belum pernah dilakukan sebelumnya dalam banyak hal. Namun, hasil sejauh ini menunjukkan bahwa kami memiliki model yang tepat serta strategi mitigasi risiko yang kuat untuk memperluas Climate Smart Fund dan menciptakan perubahan jangka panjang yang berarti bagi pekebun swadaya serta lingkungan.”
Senior Project Manager Asia Tenggara di Livelihoods Ventures, Sébastien de Royer, mengatakan, “Di Livelihoods Ventures, kami percaya bahwa solusi jangka panjang harus mampu mengatasi tantangan dari akarnya. Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan pekebun swadaya dengan dukungan teknis dan pendampingan yang mereka perlukan agar dapat beralih ke sistem perkebunan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.”
General Manager of Projects and Partnerships di Musim Mas Group, Rob Nicholls, mengatakan, “Inisiatif ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga upaya untuk memberdayakan pekebun swadaya dengan pengetahuan dan sumber daya yang mereka perlukan untuk menerapkan praktik berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi dan komitmen, kita dapat menciptakan dampak positif yang nyata bagi lingkungan serta komunitas yang terlibat dalam produksi minyak sawit.”
Head of Climate and Liveability di Temasek Foundation, Ms Heng Li Lang, mengatakan, “Inisiatif uji coba ini merupakan langkah terobosan. Dengan membuka akses pembiayaan melalui modal katalitik, pekebun swadaya dapat melakukan peremajaan secara berkelanjutan tanpa terbebani risiko finansial yang besar.
Temasek Foundation berkomitmen untuk membangun kemitraan public, swasta, dan filantropi bersama Abler Nordic, Livelihoods Funds, dan Musim Mas Group dalam solusi berbasis alam. Kami tidak hanya mendorong dampak lingkungan yang positif, tetapi juga membuka jalan bagi solusi jangka panjang yang dapat diperluas dan memberikan manfaat yang lebih luas.”


