Palmoil.id, Sampit–Dalam upaya membantu masyarakat memperoleh akses air bersih di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan Kalimantan Tengah, Wilmar Group melalui anak usahanya PT Mustika Sembuluh membagikan 15 unit filter air gratis ke desa dan sekolah binaan.
Widiyanto Wiwid CSR Manager Wilmar Central Kalimantan Project (CP) mengatakan, perusahaan memberikan dukungan penuh terhadap progam tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yakni program air bersih.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu, meski baru sekedar uji coba di Desa Tanjung Rangas Kabupaten Seruyan. Program ini alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan dan berdampak pada masyarakat,” jelas Wiwid di sela Program CSR Pelatihan Teknik Filtrasi Air Bersih Bagi Sekolah dan Masyarakat di STC Mustika Sembuluh, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, Rabu (19/11/2025)
Lantaran keberhasilan program tersebut, Perusahaan melanjutkan tahun ini untuk direplakasi di desa-desa lain.
“Oleh sebab itu, kita fokus membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama anak-anak dan sekolah yang sebagian besar membutuhkan dukungan air bersih dari Perusahaan,” ujar dia.
Ahmad Muzakir Kepala Sekolah SD 01 Pantap Kecamatan Mentaya Hulu Kotawaringin Timur menambahkan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya program air bersih dari Wilmar CKP.
“Senang banget dengan adanya pelatihan dan bantuan alat filter air bersih karena daerah kami airnya tidak layak dikonsumsi,” kata dia.
Dalam kesehariannya masyarakat biasa mengkonsumsi air berasal dari tampungan air hujan. “Sedangkan air yang berasal dari tanah untuk mandi dan mencuci airnya harus dicampur zat penjernih atau tawas. Biaya yang harus dikeluarkan kami untuk membeli tawas sekitar Rp150.000 per bulan,” jelas Ahmad.
Sementara itu, kata dia, air dari tanah (sumur) tak layak dikonsumsi karena airnya keruh, berbau dan bergetah.
Marliana Kepala Bidag Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan, air bersih salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
“Jika air tidak layak dikonsumsi, dapat menimbulkan penyakit seperti diare, kulit dan salah satu penyebab stunting pada anak,” ujar dia.
Menurut dia, sanitasi atau air bersih masih terbatas di Kabupaten Kotim karena jenis tanah bervariasi dari gambut, dataran tinggi dan laut. Akibatnya masyaakat sulit memperolah air bersih.
Untuk itu, ia memberikan apresiasi terhadap Wilmar Group karena melalui program CSR dapat membantu masyarakat dan anak sekolah mendapatkan air bersih melalui pembagian filter air gratis.
“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wilmar Group atas CSR yang telah diberikan kepada anak sekolah dan masyarakat,” kata Marliana.
Ia berharap hal program ini ini terus berkelanjutan dan diperluas cakupan wilayahnya. “Kemudian penerima bantuan apa yang sudah diberikan Wilmar bisa memberi manfaat bagi sekolah, masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar,” ungkap dia.
Lo Koon Wai Plantation Head Wilmar Central Kalimantan Project menjelaskan, selama ini Wilmar banyak membuat program CSR, salah satunya program air bersih yang sudah berjalan saat ini.
“Ke depan program ini akan terus berkembang dalam rangka memberikan akses air bersih kepada masyarakat dan anak-anak sekolah di wilayah sekitar perusahaan,” ujar dia.
Lo Koon Wai menargetkan 20 desa sekitar wilayah operasional perusahaan bisa mendapatkan unit filter air seacara gratis. “Kami berharap program ini bisa berjala n dengan lancar dan sukses,”.



