Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Karantina Lampung Lepas Ekspor 14.000 Ton Bungkil Sawit ke Selandia Baru

5 Juli 2026
in Headline, News
Karantina Lampung Lepas Ekspor 14.000 Ton Bungkil Sawit ke Selandia Baru

Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Lampung – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Karantina Lampung (Karantina Lampung) kembali mencatatkan penambahan eksportir baru komoditas unggulannya.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Sebanyak 14.000 ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit diberangkatkan menuju Selandia Baru setelah memenuhi berbagai persyaratan ekspor, termasuk standar yang ditetapkan negara tujuan pada Jumat (3/7).

Dengan nilai ekonomi mencapai Rp20 miliar, menjadi salah satu langkah dalam memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha Lampung di perdagangan internasional.

Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan hadirnya eksportir baru menjadi indikator semakin terbukanya peluang usaha komoditas perkebunan Lampung di pasar internasional. Menurutnya, keberhasilan eksportir baru tersebut juga menunjukkan sistem sertifikasi dan pengawasan karantina mampu mendukung pelaku usaha menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

“Ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas asal Lampung memiliki daya saing di pasar internasional. Karantina berkomitmen mengawal setiap proses ekspor agar memenuhi persyaratan negara tujuan sehingga kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia terus meningkat,” ujar Donni.

Sebagai informasi, Selandia Baru merupakan salah satu pasar potensial bagi PKE. Karena kandungan serat yang dimiliki, PKE banyak dibutuhkan sebagai bahan baku pakan ternak, terutama untuk sapi perah dan sapi potong yang mampu mendukung produktivitas ternak.

PKE merupakan produk samping industri kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak alternatif. Produk ini telah dipasarkan ke berbagai negara, di antaranya Selandia Baru, Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, Korea Selatan, China, Filipina, Taiwan, Arab Saudi, dan Singapura.

Kinerja ekspor PKE dari Lampung juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Sepanjang 2024 tercatat 172 kali ekspor dengan total volume sekitar 569 ribu ton dan nilai mencapai sekitar Rp2,58 triliun.

Pada 2025, frekuensi ekspor meningkat menjadi 184 kali dengan volume sekitar 1,34 juta ton serta nilai sekitar Rp3,12 triliun. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa sawit untuk kebutuhan industri pakan ternak.

Sementara selama Januari hingga Juni 2026 telah dilakukan 66 kali ekspor dengan total volume sekitar 513 ribu ton dan nilai mencapai sekitar Rp1,17 triliun. Capaian tersebut menunjukkan peluang peningkatan ekspor hingga akhir tahun masih terbuka lebar.

Donni menilai meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien menjadi peluang agar semakin banyak pelaku usaha Lampung untuk menjadi eksportir.

“Permintaan PKE di pasar internasional terus tumbuh seiring kebutuhan industri peternakan global. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia, khususnya Lampung, untuk memperluas pasar ekspor,” katanya.

Dalam proses ekspor, Karantina melakukan pemeriksaan, pengawasan, serta sertifikasi kesehatan tumbuhan melalui penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai jaminan bahwa komoditas yang diekspor telah memenuhi standar internasional dan persyaratan negara tujuan.

“Karantina hadir sebagai fasilitator perdagangan yang aman. Kami memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan karantina negara tujuan sehingga proses perdagangan berjalan lancar, risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan dapat dicegah, dan akses pasar internasional tetap terjaga,” ujar Donni.

Ia berharap lahirnya eksportir baru ini dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha lainnya di Lampung untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap devisa negara melalui komoditas perkebunan yang berdaya saing global.

Tags: #ekspor#Karantina#Lampung#palm kernel expeller#Selandia Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Pelepah Sawit dan Styrofoam Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Kapal

Pelepah Sawit dan Styrofoam Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Kapal

24 Juni 2026
Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan: Momentum Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan: Momentum Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

12 Juli 2026
PT Trifos International, Ditjebun Bersama BPDP Gelar Pelatihan Panen dan Pascapanen Sawit untuk Pekebun Luwu Timur

PT Trifos International, Ditjebun Bersama BPDP Gelar Pelatihan Panen dan Pascapanen Sawit untuk Pekebun Luwu Timur

20 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?