Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Wamendag Roro Jamin Program B50 Tak Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

29 Januari 2026
in Headline, News
Wamendag Roro Jamin Program B50 Tak Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Karachi – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan di Karachi, Pakistan.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Wamendag Roro menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden RI ke Islamabad pada Desember 2025 berupa Pernyataan Bersama kedua pemimpin negara untuk memperluas Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreements (PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027 mendatang.

“Indonesia mendorong perluasan kerja sama melalui CEPA. Kami mengusulkan agar negosiasi dilanjutkan pada awal 2026 dan sektor-sektor potensial kedua negara dapat segera diidentifikasi,” jelas Wamendag Roro, pada Jumat (9/1/2026).

Selanjutnya, Wamendag Roro mengusulkan untuk memperluas kerja sama kedua negara di bidang jasa terutama pada sektor jasa kesehatan melalui penyediaan dokter dan perawat mengingat sektor tersebut sangat penting.

Selain kerja sama bilateral, kedua pihak juga membahas penguatan kerja sama perdagangan regional, termasuk implementasi D-8 Preferential Trade Agreement (D-8 PTA).

Indonesia menyambut baik implementasi D-8 PTA oleh Pakistan sejak 1 Januari 2025 dan mendukung posisi Pakistan sebagai Secretary General D-8 menggantikan Nigeria di tahun 2026.

Indonesia menegaskan komitmen untuk mendorong perluasan D-8 PTA menuju kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif seiring Keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026–2027.

“Indonesia meyakini, implementasi penuh D-8 PTA oleh semua negara anggota akan memperkuat integrasi ekonomi dan mendorong perdagangan yang saling menguntungkan. Ke depan, Indonesia akan memprioritaskan perluasan PTA D-8 menjadi CEPA selama Kepemimpinan D-8 pada 20262027 dan berharap dukungan Pakistan dalam mentransformasikan D-8 menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro.

Pakistan merupakan negara pengimpor sawit Indonesia ketiga terbesar setelah India dan Republik Rakyat Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD 2,77 miliar di tahun 2024.

Wamendag Roro menegaskan bahwa kebijakan domestik Indonesia seperti program B30 yang akan ditingkatkan menjadi B50 di 2026 tidak akan mengganggu ekspor sawit ke Pakistan sebagai mitra dagang jangka panjang Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi undangan Pakistan untuk menjadi tamu kehormatan dan pembicara utama pada pembukaan Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference) pada 10 Januari 2026 di Karachi. Platform penting ini memungkinkan kami untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan berbasis fakta tentang keberlanjutan dan daya saing minyak sawit Indonesia,” kata Wamendag Roro.

Adapun Mendag Pakistan Jam Kamal Khan menyampaikan bahwa Indonesia dan Pakistan saling melengkapi satu sama lainnya.

Ia sepakat untuk melakukan perluasan kerja sama pada sektor kesehatan di mana sektor tersebut mengalami peningkatan yang signifikan bagi Pakistan, termasuk sektor teknologi industri yang sedang berkembang pesat di Pakistan.

Mendag Pakistan juga mengharapkan peningkatan akses untuk produk pertanian Pakistan ke Indonesia.

“Hubungan bilateral Pakistan dan Indonesia diharapkan makin kuat dan maju, lebih terstruktur, serta saling menguntungkan. Di tahun ini, Pakistan berencana untuk menyelenggarakan single showcase exhibition di Indonesia dengan membawa eksportir produk-produk strategis Pakistan. Untuk itu, Pakistan sangat mengharapkan dukungan Indonesia untuk kesuksesan program tersebut,” ujar Mendag Jam Kamal.

 

Tags: #Dyah Roro Esti Widya Putri#ekspor#Pakistan#Wakil Menteri Perdagangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Menko Polkam Dudung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat

Menko Polkam Dudung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat

7 Oktober 2026

Bukatoko soars 25% as Indonesia’s biggest IPO fuels tech excitement

12 Desember 2024
115 Pekebun Bengkulu Selatan Ikut Pelatihan Panen dan Pascapanen untuk Dongkrak Pendapatan

115 Pekebun Bengkulu Selatan Ikut Pelatihan Panen dan Pascapanen untuk Dongkrak Pendapatan

14 September 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?