Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pameran SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

28 Juni 2026
in Headline, News
Pameran SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

Konferensi pers Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id,Depok-Di tengah tantangan industri sawit akibat dinamika ekonomi global, Majalah Sawit Indonesia kembali mengadakan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 sebagai ajang tersebut akan menjadi wadah kolaborasi pelaku industri dari hulu hingga hilir.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Tahun ini, jumlah peserta pameran bahkan meningkat, dengan keterlibatan lebih banyak UMKM, koperasi petani, pesantren, hingga perguruan tinggi.

Ketua Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan SIEXPO akan digelar pada 6-8 Agustus 2026 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau.

Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, pameran tersebut dinilai masih mendapat respons positif dari pelaku industri sawit meski sektor ini menghadapi berbagai tantangan global.

“Tahun ini, meski ada guncangan di industri sawit maupun ekonomi global, antusiasme pelaku industri tetap tinggi. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan koperasi ikut berpartisipasi,” kata Qayuum dalam konferensi pers di Kantor Majalah Sawit Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (26 Juni 2026).

Menurutnya, SIEXPO menjadi salah satu pameran industri sawit yang secara konsisten membuka ruang bagi pelaku usaha kecil. Tahun ini, sekitar 20 booth disiapkan khusus bagi UMKM dan koperasi.

“Biasanya pameran hanya diikuti korporasi besar atau manufaktur besar. Kami justru sejak awal melibatkan UMKM, koperasi petani, perguruan tinggi, hingga sekolah-sekolah sawit. Kami ingin memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan tagline SIEXPO, yakni “yang kecil ditingkatkan, yang menengah diperbesar, dan yang besar dijaga.”

Angkat Tema Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi

Mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”, SIEXPO 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan industri sawit nasional.

Qayuum menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan akan melahirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan dan pengolahan sawit.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang baik sehingga muncul berbagai inovasi teknologi yang mendukung industri sawit sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo,” katanya.

Ia menambahkan, konsep resiliensi dipilih karena industri sawit terbukti memiliki daya tahan tinggi menghadapi berbagai krisis ekonomi.

“Sawit tetap bertahan saat krisis moneter 1998 maupun pandemi Covid-19. Industri ini tetap menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia,” ujarnya.

Selain menghadirkan pameran produk dan teknologi, SIEXPO 2026 juga akan menggelar konferensi selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 20 narasumber dari berbagai bidang.

Topik yang dibahas meliputi hilirisasi, teknologi perkebunan, digitalisasi, hingga penerapan AI dalam operasional perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

“Melalui SIEXPO, pelaku industri tidak hanya melihat teknologi terbaru, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di perkebunan maupun sektor hilir sawit,” kata Qayuum.

Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 8.000 orang, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung.

Menurut Qayuum, penyelenggaraan SIEXPO selama ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui transaksi bisnis yang terjadi selama maupun setelah pameran.

“Banyak peserta menyampaikan bahwa transaksi tidak hanya terjadi saat pameran berlangsung, tetapi juga berlanjut setelah acara selesai. Jadi SIEXPO bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan peluang bisnis,” katanya.

Ia menambahkan, pada penyelenggaraan sebelumnya, SIEXPO juga menarik perhatian pengunjung dari luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara produsen sawit lainnya.

Booth Bertambah, Hadirkan Solusi Industri Terintegrasi

Sementara itu, Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, mengatakan jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 184 booth, dibandingkan sekitar 150 booth pada tahun lalu.

Ratusan peserta tersebut akan menampilkan beragam solusi bagi industri sawit, mulai dari produsen AI, alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleochemical, benih sawit, drone, digitalisasi, logistik, kendaraan Listrik, hingga perangkat keselamatan kerja.

“Konsep yang kami tawarkan adalah one stop solution untuk industri sawit. Semua kebutuhan industri sawit, baik sektor hulu maupun hilir, dapat ditemukan dalam satu pameran,” ujar Yasin.

Selain pameran dan konferensi, SIEXPO 2026 juga akan kembali menggelar field trip ke salah satu lokasi industri sawit, melanjutkan agenda serupa pada tahun sebelumnya. Lokasi kunjungan masih dalam tahap finalisasi.

Sejumlah perusahaan besar dan lembaga telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan SIEXPO 2026, di antaranya PalmCo, Bumitama Gunajaya Agro, Triputra Agro Persada, Muar Ban Lee, PT JJ Lapp Cable Indonesia, PT Gaya Makmur FAW Motors, PT Hartec Mitra Mandiri, K+S Asia Pacific PTE Ltd, PT Sumber Inti Global Sukses, TSE Grup, BPDP, serta berbagai asosiasi seperti Pemerintah Provinsi Riau, Apkasindo, GAPKI,  DMSI, APROBI GIMNI, Aspekpir, dan SAMADE.

 

Tags: #2026#pameran#Pekanbaru#Sawit Indonesia Expo and Conference#teknologi#UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Forwatan Bersama Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Forwatan Bersama Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

18 Maret 2026
Teladan Prima Agro akan Bagikan Dividen Rp 401,34 Miliar

Teladan Prima Agro akan Bagikan Dividen Rp 401,34 Miliar

29 April 2025
Produktivitas Sawit Rendah, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Pekebun

Produktivitas Sawit Rendah, BPDP, Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan Pekebun

6 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?