Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Wamentan Sudaryono: B50 Bukti Indonesia Mamp Wujudkan Swasembada Energi

17 Juli 2026
in Headline, News
Wamentan Sudaryono: B50 Bukti Indonesia Mamp Wujudkan Swasembada Energi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat membuka kegiatan Leaders Briefing di Auditorium PLN, Jakarta/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta – Program biodiesel B50 dan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menjadi contoh nyata implementasi visi besar Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui pendekatan Best Fast Result (BFR) atau menghasilkan capaian terbaik dalam waktu yang cepat.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Melalui eksekusi kebijakan yang tepat, pemerintah mampu mempercepat terwujudnya swasembada energi dan swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar saat membuka kegiatan Leaders Briefing di Auditorium PLN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyampaikan arah kebijakan strategis pemerintah kepada para pemimpin dari berbagai sektor agar memiliki pemahaman yang sama terhadap visi pembangunan nasional.

Menurut Wamentan Sudaryono, Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki, mulai dari sumber daya alam, lahan pertanian, hingga energi nasional.

“Presiden ingin segala sesuatunya Best Fast Result. Programnya besar, dikerjakan dengan cepat, dan memberikan dampak nyata. Potensi swasembada pangan harus diwujudkan menjadi kenyataan. Potensi swasembada energi juga harus diwujudkan menjadi kenyataan,” ujar Wamentan Sudaryono.

Ia mengatakan keberhasilan implementasi B50 menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan kekuatan sektor pertanian untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Melalui kebijakan tersebut, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar karena separuh kebutuhan biodiesel dipenuhi dari minyak sawit produksi dalam negeri.

“Dengan B50, Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar diesel atau solar. Lima puluh persen berasal dari minyak bumi dalam negeri dan lima puluh persen berasal dari minyak sawit yang dihasilkan petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa negara agraris seperti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam dan kerja keras petaninya untuk mencapai swasembada energi,” kata Wamentan Sudaryono.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia lebih dahulu memperkuat sektor pangan. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa setiap negara akan mengutamakan kebutuhan rakyatnya sendiri sehingga Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Saat pandemi kita merasakan sulitnya memperoleh beras dari negara lain. Dari pengalaman itulah kita bekerja keras hingga akhirnya Indonesia mencapai swasembada pangan. Sekarang kita melangkah lebih jauh dengan memperkuat swasembada energi,” ujarnya.

Wamentan Sudaryono menjelaskan konsep Best Fast Result menjadi pendekatan utama Presiden dalam menjalankan berbagai program strategis nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin membiarkan berbagai potensi bangsa hanya menjadi wacana, tetapi harus segera diwujudkan melalui langkah-langkah yang cepat, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau programnya besar tetapi terlalu lama dikerjakan, manfaatnya juga terlambat dirasakan. Karena itu Presiden selalu mendorong agar setiap kebijakan dieksekusi cepat dengan hasil terbaik sehingga manfaatnya segera diterima masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa penguatan ketahanan energi menjadi kebutuhan mendesak di tengah ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.

“Di tengah situasi geopolitik yang terus bergejolak, semakin terasa urgensi bagi Indonesia untuk membangun ketahanan energi. Sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, pembangunan ketahanan energi diarahkan untuk mempercepat swasembada energi, mendorong hilirisasi industri, memperkuat konektivitas, serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Hashim.

Senada dengan Hashim, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan perubahan iklim, Indonesia membutuhkan sistem energi yang semakin mandiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya dalam negeri. Menurutnya, arah kebijakan Presiden Prabowo menjadi pijakan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita sedang bergerak dari sistem energi yang berbasis impor menuju energi berbasis sumber daya domestik (domestic-based energy). Dengan begitu, ketahanan energi semakin kuat, energi menjadi lebih terjangkau, pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat, lapangan kerja tercipta, kemiskinan dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, pembangunan sektor energi juga harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui forum Leaders Briefing, Wamentan Sudaryono berharap para pemimpin dari berbagai sektor dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan arah kebijakan nasional kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan target swasembada pangan, swasembada energi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat sesuai visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Tags: #biodiesel#impor#Prabowo Subianto#Presiden#solar#Sudaryono#swasembada energi#Wakil Menteri Pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Prabowo Terbitkan PP 24/2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis

Prabowo Terbitkan PP 24/2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis

15 Juni 2026
Teladan Prima Agro Raup Laba Bersih Rp829,3 Miliar

Teladan Prima Agro Raup Laba Bersih Rp829,3 Miliar

12 Desember 2025
Gandeng GAPKI Menteri Lingkungan Hidup Pastikan Kesiapan Antisipasi Karhutla di Riau

APHI dan GAPKI Minta Anggota Perkuat Pencegahan Karhutla

14 Agustus 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?