Palmoil.id, Palembang – Teknik panen yang benar menjadi kunci dalam menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas sekaligus meningkatkan efisiensi kerja, keselamatan pekerja, dan produktivitas kebun.
Hal itu menjadi fokus Pelatihan Petani Sawit Kelas Teknik Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Pelatihan yang berlangsung di Palembang pada 20–25 Juli 2026 ini diikuti 133 peserta dari Kabupaten Muara Enim yang terbagi dalam empat angkatan. Peserta berasal dari empat koperasi pekebun sawit serta didampingi empat penyuluh dari Kabupaten Muara Enim dan dua penyuluh dari Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Bagian Usaha Hulu PT Riset Perkebunan Nusantara, Fandi Hidayat, mengatakan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi pekebun dalam menerapkan teknik panen dan pascapanen sesuai standar.
“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga praktik lapangan mengenai teknik panen dan pascapanen yang benar. Penerapan teknik tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil panen, sekaligus menciptakan proses kerja yang lebih efisien dan aman,” ujarnya.
Fandi menambahkan, peningkatan kualitas SDM merupakan investasi penting untuk memperkuat daya saing perkebunan sawit rakyat. Karena itu, peserta didorong aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menerapkan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada pekebun lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menegaskan bahwa panen merupakan tahapan yang sangat menentukan mutu dan nilai ekonomi hasil perkebunan. Kesalahan dalam menentukan waktu maupun teknik panen dapat menurunkan kualitas TBS dan menyebabkan kerugian.
Menurutnya, panen harus dilakukan pada tingkat kematangan yang tepat dengan kerusakan seminimal mungkin, disertai penanganan pascapanen sesuai standar agar kualitas hasil tetap terjaga.
“Pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan perkebunan kelapa sawit di Muara Enim. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu, menerapkannya di kebun masing-masing, serta menularkannya kepada kelompok tani lainnya,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, mengatakan penerapan teknik panen yang benar akan meningkatkan kualitas TBS, mengurangi kehilangan hasil (losses), meningkatkan efisiensi kerja, dan pada akhirnya mendongkrak produktivitas serta pendapatan pekebun.
Sebagai penguatan pembelajaran, peserta juga mengikuti field trip ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan, pada 23 Juli 2026, untuk melihat secara langsung penerapan standar panen, prosedur keselamatan kerja, dan sistem penanganan pascapanen di perusahaan perkebunan.
Melalui kombinasi pembelajaran di kelas, diskusi, praktik, dan kunjungan lapangan, Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 diharapkan mampu melahirkan pekebun sawit yang lebih terampil, bekerja lebih aman, meminimalkan kehilangan hasil, serta menghasilkan TBS berkualitas tinggi guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pekebun di Kabupaten Muara Enim.



