Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
  • Home
  • News
  • Regulasi
  • Korporasi
  • Budidaya
  • Harga
  • Lingkungan
  • Inovasi
  • Smallholder
No Result
View All Result
Palmoil.id
No Result
View All Result
Home Headline

Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis, DSI Uji Coba Platform NADI

3 Oktober 2026
in Headline, Inovasi
Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis, DSI Uji Coba Platform NADI

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI) menguji sistem portal NADI (National Data Intelligence)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Palmoil.id, Jakarta-PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI) melanjutkan Langkah penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia melalui pelaksanaan platform pilot.

Baca Juga

130 Pekebun Simalungun Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

BPDP Promosikan Industri Perkebunan Indonesia ke Pasar Global di TEI 2026

BPDP-Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan kepada Pelajar Bangka Belitung

Pilot ini bertujuan untuk menguji sistem portal DSI, yaitu NADI (National Data Intelligence), yang akan diluncurkan secara bertahap kepada eksportir.

Pelaksanaan ini melibatkan enam asosiasi industri, yaitu Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Indonesian Mining Association (IMA).

Turut hadir perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Lembaga National Single Window (LNSW), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Bank Indonesia.

Keterlibatan pemerintah dan industri sejak tahap pilot menjadi bagian penting untuk memastikan penguatan tata kelola ekspor dilakukan secara bertahap, terukur, dan kolaboratif, sekaligus tetap mendukung kelancaran perdagangan dan kepastian bagi pelaku usaha.

Sinthya Roesly, Direktur Keuangan dan Treasury DSI mengatakan pilot ini merupakan langkah konkret untuk membangun sistem yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah dan dunia usaha.

“Sebagai satu kesatuan yang kuat dalam meraih cita-cita bersama, ekosistem yang ingin kita ciptakan harus dibangun bersama-sama baik dengan pemerintah dan juga para pelaku industri. Prioritas kami adalah meningkatkan transparansi dan visibilitas, sekaligus memastikan kegiatan ekspor tetap berjalan lancar. Melalui pilot ini, kami dapat mendengar masukan, menguji proses bersama, dan terus menyempurnakan sistem yang dibangun. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekspor yang lebih transparan, terkoordinasi dan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada pelaku usaha serta pasar global terhadap komoditas strategis Indonesia,” ujar Luke dalam keterangan resminya, Jumat (02/9/2026).

Transisi Selaras dengan Perkembangan Regulasi

Sejalan dengan perkembangan mandat DSI dan regulasi terkait komoditas strategis, pemerintah dan DSI terus melakukan pembahasan untuk memastikan implementasi ke depan dapat berjalan selaras dengan ketentuan yang diperbarui, sekaligus tetap menjaga kelancaran kegiatan ekspor.

Keterlibatan enam asosiasi industri sejak tahap pilot menjadi bagian penting dalam proses pengembangan platform, terutama untuk memastikan sistem dan mekanisme yang dibangun dapat menjawab kebutuhan operasional pelaku usaha. Inisiatif ini juga mendapat respons positif dari asosiasi karena dinilai dapat mendukung penguatan tata kelola ekspor melalui transparansi data dan pendekatan yang lebih terstruktur.

“Kami menyambut baik inisiatif ini karena tujuannya sejalan dengan upaya mendorong ekspor Indonesia. Transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik menjadi hal penting yang kami harapkan dapat diwujudkan melalui inisiatif ini, sehingga dapat turut mendukung penguatan ekspor nasional,” ungkap Priyadi, Ketua Umum, APBI-ICMA.

Pandangan serupa disampaikan oleh Paulus Edwin Gunawan Sutanto, perwakilan GIMNI, yang menilai inisiatif ini dapat menghadirkan analisis dan acuan yang lebih jelas bagi industri.

“Inisiatif ini sangat baik karena analisis seperti ini diperlukan untuk dapat menjadi acuan bersama. Dengan adanya metodologi dan acuan harga yang lebih terstruktur, kami berharap dapat bersama-sama melakukan perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Masukan dari asosiasi dan pelaku usaha selama tahap pilot akan terus menjadi bagian dari penyempurnaan platform, sehingga implementasinya dapat berjalan efektif, selaras dengan perkembangan regulasi, serta relevan dengan kebutuhan industri.

Selain membangun platform dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta industri, DSI juga terus memperkuat kapabilitasnya melalui talenta dengan pengalaman di sektor komoditas dan perdagangan global.

Daniel Lim, yang memiliki pengalaman dalam komoditas kelapa sawit selama 29 tahun di Indonesia dan Malaysia, kini telah bergabung sebagai Advisor untuk sektor agribisnis, memperkuat perspektif DSI dalam memahami dinamika perdagangan, pasar global, serta rantai nilai komoditas sawit.

Kehadiran Daniel melengkapi pendekatan DSI yang menggabungkan teknologi, data, pengalaman industri dan keahlian perdagangan dalam membangun ekosistem ekspor komoditas strategis.

Pilot platform ini selanjutnya akan menjadi ruang untuk menguji proses, mendapatkan masukan, dan menyempurnakan mekanisme bersama pemerintah dan industri.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat dan kapabilitas perdagangan yang terus diperkuat, DSI melanjutkan langkah untuk membangun ekosistem ekspor komoditas strategis Indonesia yang lebih transparan, terpercaya, terintegrasi, dan semakin kompetitif di pasar global.

Tags: #ekspor#Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia#komoditas strategis#National Data Intelligence#PT Danantara Sumberdaya Indonesia#tata kelola

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045

Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045

21 April 2026
Kemenperin Pacu Hilirisasi Produk Sawit Beta Karoten

Harga TBS Sawit Plasma Riau Umur 9 Tahun Naik Jadi Rp 3.859 per Kg

8 Juli 2026
Menkop Gandeng Agrinas Palma Bangun Perkebunan Sawit Berbasis Koperasi

Menkop Gandeng Agrinas Palma Bangun Perkebunan Sawit Berbasis Koperasi

4 Juli 2026

Link

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi

BROWSE BY TAG

#2025 #2026 #Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta #Andi Amran Sulaiman #Badan Pengelola Dana Perkebunan #biodiesel #budidaya #CPO #crude palm oil #ekspor #Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia #hilirisasi #Indonesia #Indonesian Sustainable Palm Oil #industri sawit #kebakaran hutan dan lahan #kelapa sawit #Kementerian Perdagangan #Kementerian Pertanian #laba bersih #Menteri Pertanian #minyak goreng #Minyakita #minyak sawit #PalmCo #pelatihan #pemerintah #Peremajaan Sawit Rakyat #perkebunan #petani sawit #Prabowo Subianto #Presiden #produksi #produktivitas #PT Agrinas Palma Nusantara #PT Astra Agro Lestari #PTPN IV #PT Sumberdaya Indonesia Berjaya #Riau #sertifikasi #Sinar Mas Agribusiness and Food #Tandan Buah Segar #UMKM Economy Strategy

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Budidaya
  • Regulasi
  • Harga
  • Inovasi
  • Lingkungan
  • Korporasi
  • Smallholder

© 2024 Palmoil.id - Informasi Berita.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?